Teatrikal ‘Karma Pala’ Garapan Ayu Pastika Meriahkan Bali Mandara Mahalango

28

SULUH BALI, Denpasar – Memeriahkan Bali Mandara Mahalango, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan (TP PKK) Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika menampilkan peragaan busana yang dikemas dalam teatrikal berjudul ‘Karma Pala’. Teatrikal yang melibatkan pengurus TP PKK, YKI, Dekranasda,Kepala OPD Pemprov dan sejumlah seniman ini dikemas secara apik dan mampu menghibur penonton yang memadati Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Jumat (28/7) malam.

Pagelaran teatrikal mengisahkan kehidupan seorang anak bernama Ken Kerok (diperankan Kepala BLH I Gede Suarjana) yang tinggal di pinggiran Kerajaan Tiying Ampel. Diceritakan, sosok Ken Kerok yang hidup dalam kemiskinan punya keinginan kuat untuk merubah nasib. Ia rajin menimba ilmu di sebuah pasraman yang dipimpin Pandita Praktiasa.

Namun sayangnya, Ken Kerok yang punya kecerdasan dan jago ilmu bela diri menyalahgunakan kemampuannya untuk merampok dan mencuri harta benda milik penduduk. Kebiasaan buruk Ken Kerok diketahui Sang Pandita yang kemudian mengirimnya untuk mengabdikan diri di istana. Berkat kecerdasan yang dimiliki, dengan cepat Ken Kerok mendapat kepercayaan raja sehingga akhirnya memperoleh jabatan sebagai panglima perang.

Sayangnya, seiring perjalanan waktu, Ken Kerok tergoda kekuasaan hingga melakukan kudeta dan merebut Permaisuri Raja. Selain sarat pesan moral, pertunjukan ini juga dikemas dengan sentuhan humor sehingga mampu mengocok perut penonton.

Ayu Pastika sebagai penggagas cerita juga ikut tampil dan berperan sebagai penyanyi. Berduet dengan Kepala Biro Humas dan Protokol I Dewa Gede Mahendra Putra, Ia menyanyikan dua buah lagu Bali berjudul ‘Selem-Selem Manis’ dan ‘Kenyem Manis’. Untuk lebih menghidupkan suasana, Ayu Pastika tak canggung berinteraksi dengan penonton.

Pertunjukan makin meriah dengan peragaan busana rancangan Ayu Pastika yang berkolaborasi dengan Tutde Wedding. Rancangan busana dibawakan oleh Ny.Dayu Sudikerta dan jajaran TP PKK Provinsi Bali.

Ayu Pastika yang ditemui usai pertunjukan menjelaskan bahwa kegiatan ini tak semata bertujuan untuk memeriahkan pagelaran Bali Mandara Mahalango. Selain bersifat menghibur, melalui pertunjukan teatrikal ini dia ingin menyampaikan sejumlah pesan moral. Melalui sosok Ken Kerok yang menjadi tokoh utama, Ayu Pastika ingin menyampaikan pesan bahwa seseorang harus punya mimpi yang dibarengi semangat dan kemauan kuat untuk merubah nasib.

Namun semangat dan kerja keras juga harus diimbangi dengan niat baik serta menjauhkan diri dari perbuatan tak terpuji seperti haus kekuasaan dan menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginan. Lebih dari itu, teatrikal ini juga kental dengan pesan moral tentang hukum karma pala yang mengajarkan bahwa segala perbuatan akan mendapat ganjaran setimpal. Karena dalam pertunjukan diceritakan bahwa pada akhirnya Ken Kerok mendapat karma setimpal atas segala perbuatannya. Ayu Pastika berkeyakinan, pesan moral yang disampaikan melalui pertunjukan seni ini lebih mudah dipahami oleh masyarakat.

Pertunjukan ini juga disaksikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Wagub Ketut Sudikerta dan Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry. (SB-humprov)

Comments

comments