Tarian Erotis di Ultah Kota Negara | Wabup Perintahkan Panitia Mecaru

Wakil bupati Jembrana Kembang Hartawan dan foto adegan erotis saat modifikasi mobil (foto ist).

SULUH BALI, Negara – Dua peristiwa menghebohkan dalam ulang tahun HUT Kota Negara ke-121 dan HUT RI ke-71, pertama mendatangkan artis Syahrini dengan bayaran beberapa ratus juta. Dan berlanjut kehebohan dengan adanya tarian erotis (tiga penari berbikini hitam, melenggak-lenggok di dekat mobil yang dimodifikasi. Lalu dua orang beradegan mesra layaknya pasangan sejenis, bila dilihat di dalam video yang diupload oleh netizen di www.youtube.com)

Karena aktivitas itu, ketiga penari kemudian diburu saat pulang ke arah Denpasar. Dua tertangkap, dan satu yang lain dengan mobil berbeda berhasil lolos.

Merasa mendapat soroant dari berbagai pihak, Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan menggelar jumpa pers. Dia menyatakan permintaan maafnya pada masyarakat Jembrana, Senin (22/8/2016). Sekaligus memerintahkan panitia mobil modifikasi sebagai penyelenggara melakukan Upacara Pecaruan di lokasi acara.

“Kalau sampai pada hari baik, panitia teknis tidak melakukan pecaruan, maka kami (panitia induk / Pemkab Jembrana) yang akan melakukan pecaruan,” terang Kembang. Tidak itu saja, Wabup Kembang juga meminta panitia teknis yang bertanggungjawab atas kejadian tersebut meminta maaf kepada masyarakat lewat berbagai media.

Kembang menuturkan sudah memberikan batasan-batas yang jelas kepada Panitia Penyelenggara.

“Saya sendiri menyampaikan secara langsung, bahwa harus sopan, Seksi itu tidak harus terbuka, tapi harus tertutup,” ungkap nya saat sela-sela permintaan maaf kepada warga Jembrana, “Saya merasa tidak digubris,namun demikian saya pribadi, pemerintah daerah mohon maaf atas terkait dalam hal ini, ini adalah pelajaran yang berharga untuk kedepanya” imbuhnya

Menanggapi permintaan maaf ini, netizen Jembrana menanggapi berbeda ada yang Pro dan ada juga yang Kontra.

“Bukannya bintang tamu nya sudah dapat ijin dari ketua panitia? Kok bisa syok?emang sie acara ga kominikasi dengan ketua panitia? Lucuuu” ungkap salah satu netizen di medsos dengan akun Eka Pradnyawati.

Kasus pertunjukan semi ketelanjangan yang terjadi di depan umum saat HUT Kota Negara dua hari lalu ternyata memiliki konsekwensi hukum menurut UU 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Pasal 10 menyebutkan, setiap orang dilarang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya.

Selanjutnya pelanggaran atas Pasal 10 itu diganjar di Pasal 36 yang menegaskan setiap orang yang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Aturan hukum sudah jelas. Sy berharap kepolisian berani bertindak tegas untuk memberikan efek jera!” Celoteh akun Medsos I gusti Putu Artha  yang juga mantan komisioner KPU tersebut.

Pasca gelombang protes yang di lakukan warga Jembrana tentang tarian erotis. Ketua  MUI (Majelis Ulama Indonesia) KH. Muhammad Zaki HAR juga berkomentar Pedas tentang hal ini .

Dia menyampaikan keperihatinan terhadap panitia dan elemen yang menyelenggarakan acara tersebut.

“Ini harus di usut tuntas, jangan sampai kemunduran mental ini terus berlanjut” tegasnya.

Pasal nya tarian ini tidak mencerminkan Semangat kemerdekaan, menurut beliau harus nya warga masyarakat Jembrana disuguhkan tontonan yang mendidik akhlak dan Moral supaya bangsa menjadi Pribadi yang Kuat.

Semetara itu Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa saat dikonfirmasi Senin (22/8) pun mengomentari kejadia tersebuat ini suatu kemunduran moral. “Semua orang sudah tahu, apakah sekarang tarian seperti itu layak apa tidak. Ini sudah melanggar norma” ujar Sugiasa.

Sugiasa menyayangkan Pemkab Jembrana tidak menggunakan EO (Even Organizer), “Jika menggunakan EO kan semua jelas termasuk anggaran . Kenapa kita harus susah –susah, tinggal beri kan kepada EO saja, tapi EO yang profesional, “ungkap.

Sementara Ketut Sujana alias Cong dari Forum Transparansi Masyarakat (Fortrans) Jembrana mengatakan tontonan tarian erotis yang dipertontonakan pada HUT Kota Negara ke-121 dengan tema “Jagra Sabdaningrat” sudah bukan upaya pemimpin dalam mewujudkan aspirasi rakyat Jembrana dan ini sangat jauh melenceng.

Sementara itu dihubungi terpisah, Ketua Panitia Kontes Mobil Modifikasi Alex Trio juga meminta maaf kepada Pemkab Jembrana khususnya Panitia Jembrana Festival 2016 dan warga Jembrana atas kelalaiannya sehingga terjadinya peristiwa itu.

Alex mengakui pihaknya kurang cermat dalam mengontrol aktifitas sebelum acara berlangsung. Alex beralasan, adegan vulgar itu terjadi karena animo peserta dan pengunjung begitu heboh. Ia mengakui kontes mobil tersebut merupakan rangkaian dari peringatan HUT Kota Negara ke 121, Pemkab Jembrana memfasilitasi tempat dan sarana lainnya, sedangkan dana penyelenggaraannya murni dari swasta dan sponsor, tidak menggunakan APBD. (SB-afy/humas.Jembrana)  

 

Comments

comments