Tape Ketan Galungan, Panganan Tradisional yang Begitu Khas

SULUH BALI, DenpasarJika tape umumnya dibuat dari bahan dasar ketela pohon namun berbeda jika hari suci Galungan tiba. Sebagaian besar masyarakat Bali membuat tape berbahan dasar ketan, beras maupun ijin (beras  hitam).

Menjadi ciri khas setiap Galungan tiba tape biasanya dibuat secara sendiri-sendiri di masing-masing keluarga. Pembuatannya biasanya dilakukan pada Redite Paing Dunggulan atau yang disebut hari Penyekeban Galungan.

Penyekeban sendiri adalah sebuah proses “nyekeb” (membuat jadi masak) buah-buahan. Sementara tape juga memerlukan penyekeban dalam proses pembuatannya sehingga pada hari itu dilakukan juga proses penyekeban tape.

Pembuatan tape merupakan proses fermentasi dimana melakukan produksi energi dalam sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen).

Tape ketan dibuat dengan cara difermentasi dengan menggunakan bantuan ragi yang kemudian akan memercepat proses fermentasi.

Cara pembuatannya yakni, pertama-tama beras ketan atau beras hitam dicuci bersih. Kemudian dimasak dengan cara dikukus hingga matang baru kemudian didinginkan.

Setelah itu ragi dihaluskan serta diisi gula dalam adonan ketan yang sudah dimasak sebagai cita rasa manisnya. Untuk mempercantik tape juga dapat ditambahkan pewarna makanan seperti daun pandan wangi.

Proses selanjutnya adalah memasukan adonan tape tersebut ke dalam wadah yang disediakan umumnya berupa daun maupun plastik yang ditutup rapat.

Tiga atau empat hari kedepan tape ini barulah dibuka untuk dapat dinikmati, terkait dengan rangkaian Galungan dari hari minggu sampai hari rabu saat puncak hari Suci Galungan dirayakan maka tape akan siap dijadikan sebagai persembahan sesajen. (SB-Skb)

Comments

comments