Tanpa Pemberitahuan | Lampung Barat Batal Pentas di PKB

74

Sanggar dari Lampung Barat yang turut serta berparade pembukaan PKB (foto raka)

SULUH BALI, Denpasar — Sanggar Seni Stiwang, Lampung, yang dijadwalkan tampil pada hari ketiga pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-37 di Taman Budaya Denpasar, batal tampil, Senin (16/6/2015).

Belasan penonton yang menunggu di kalangan Ayodya cukup kecewa karena tim kesenian yang sejak awal telah mendaftarkan diri di panitia PKB ternyata tidak datang dan membatalkan secara sepihak.

“Kami sungguh kecewa dengan panitia dan peserta duta seni tersebut, masyarakat terus dipanggil untuk hadir di kalangan Ayodya untuk menyaksikan Sanggar Seni Stiwang, tetapi sudah lewat pukul 11.00 Wita lebih, panitia mengatakan bahwa pentas batal,” kata Wayan Aksara, salah seorang penonton.

Ia mengatakan, panitia PKB ke-37 semestinya memberitahukan kepada penonton bahwa pementasan kesenian oleh sanggar Stiwang dibatalkan sejak awal, sehingga tidak mengecewakan masyarakat yang sudah jauh-jauh datang dari beberapa daerah di Bali.

Terlebih lagi, penonton yang menghadiri pementasan di kalangan Ayodya bukan dari masyarakat lokal saja, tetapi juga kalangan wisatawan mancanegara.

“Saya melihat beberapa wisatawan mancanegara hadir di sini, tentu saja mereka sangat kecewa dengan pembatalan ini, padahal mereka sudah duduk dan membawa kamera ingin mengabadikan pagelaran itu. Saya bersyukur sudah membatalkan janji dengan teman saya dari luar negeri yang ingin menyaksikan Sanggar Seni Stiwang, Kabupaten Lampung Barat, kalau seandainya jadi, saya bisa malu besar,” kata Wayan Aksara yang berprofesi sebagai pelaku seni di Kabupaten Gianyar.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-37, Ida Ayu Putri Masyeni mengatakan, Sanggar Seni Stiwang, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung semestinya memang harus tampil di Kalangan Ayodya pada pukul 11.00 WITA, namun pihak Sanggar Seni Stiwang membatalkan secara sepihak kehadirannya tepat pada saat mereka akan tampil.

“Kronologis awalnya, mereka mengirim surat ke pihak panitia bahwa akan tampil pada pawai pembukaan PKB ke-37 dan mengisi acara di Taman Budaya tanggal 18 Juni, tetapi pihak panitia memajukan waktu penampilan mereka menjadi tanggal 15 Juni sekarang. Kami sudah konfirmasi kepada mereka dan mereka mengatakan siap tampil tanggal 15 Juni, tetapi apa daya saat ini mereka tidak hadir,” tuturnya.

Ida Ayu Putri Masyeni mengatakan, pihaknya sudah menghubungi koordinatior Sanggar Seni Stiwang atas nama Memet, namun tidak memberikan jawaban pasti.

“Memet itu sudah saya hubungi terus, namun jarang mengaktifkan nomor telepon, sekali diangkat dia mengatakan batal tampil dan sedang dalam perjalanan menuju Bandara Ngurah Rai,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya akan mencoret (daftar hitam) sanggar/peserta seni yang tidak memiliki komitmen seperti yang dilakukan Sanggar Seni Stiwang, Kabupaten Lampung Barat.

“Kedepannya, pihak panitia akan lebih mempertegas aturan yang ada, sehingga peristiwa yang sangat mengecewakan ini tidak terulang kembali,” demikian Ida Ayu Putri Masyeni. (SB-ant)

Comments

comments