Tanggulangi TBC, PPTI Denpasar Lakukan Penyuluhan Ke Rumah Penduduk

179

PPTI Denpasar saat melakukan penyuluhan dan sosialisasi ke rumah penduduk. |foto-lik|

 

SULUH BALI, Denpasar – Untuk menanggulangi penyebaran tuberkolosis (TBC) di Kota Denpasar, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) Kota Denpasar melakukan berbagai upaya diantaranya, penyuluhan, mencari sputung (dahak) di lingkungan penderita dengan cara aktif untuk diobservasi, kemudian membina para penderita TB, dan mengawasi penderita yang sedang berobat minimal selama 6 bulan. PPTI Kota Denpasar  juga terus melakukan kunjungan dan sosialisasi ke rumah- rumah penduduk.

“Kunjungan ini untuk memotivasi para penderita TB agar mau mengikuti aturan minum obat secara teratur sampai sembuh. Di samping juga menyosialisasikan tentang bahaya penyakit TBC dan cara penularannya,” ujar Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kota Denpasar I Gusti Ngurah Wibawa.

Selain itu juga PPTI melacak keberadaan  penderita TBC dan mengadakan bantuan sosial bagi penderita yang tidak mampu. Ia juga mengungkapkan lingkungan yang kumuh dan lembab akan mempermudah perkembangan kuman TBC ini, oleh karena itu, diharapkan agar kamar selalu kena cahaya matahari agar kuman tidak dapat berkembang, kemudian juga selalu menjaga kebersihan. “Bagi para pendeita TB agar tidak menular pada lingkungan sekitar, sebaiknya memakai masker dan tidak meludah sembarangan,” katanya.

Ngurah Wibawa berharap agar masyarakat selalu berprilaku sehat dan hidup bersih hingga tidak tertular penyakit yang mematikan no 3 di Bali ini. “Seiring dengan meningkatnya HIV dan AIDS saya sangat kwatir kalau penyakit ini akan meningkat,” Tandasnya.

Dikatakan juga sekitar 80 persen penderita tuberkulosis (TBC) di Kota Denpasar,  telah berangsur sembuh seiring tingginya kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit tersebut yang cara penularannya melalui mulut itu.

“Selain itu para petugas kesehatan telah bekerja secara maksimal dan kesadaran dari masyarakat meningkat untuk selalu rutin meminum obat yang dapat diperoleh secara gratis di Puskesmas,” kata Ngurah Wibawa. (SB-Lik)

Comments

comments