Tanda Pangkat Bupati Giri Prasta Jatuh 2 Kali, Ballpoint Sekali

3336
Giri Prasta didampingi istri, bersalaman dengan Ketua DPD PDI-P Wayan Koster usai pelantikan sebagai bupati Badun. (foto rka).
Back

1. Tanda Tangan Pakta Integritas

SULUH BALI, Denpasar — Ada kejadian menarik dari pelantikan dan pengambilan sumpah kepala daerah secara serentak yang diadakan pertama kalinya di Gedung Wiswasabha Kantor Gubernur Bali. Tanda kepangkatan sebelah kanan Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta tiga kali jatuh ke lantai.

Sebelum disematkan tanda kepangkatan oleh Gubernur Bali sudah terlihat tanda-tanda akan terjatuh, dimana Protokal Humas Pemprov Bali terlihat beberapa kali membenahi tanda pangkat yang ada di pundak Giri Prasta.

Saat tiba penyematan pangkat di pundak Bupati Badung ini semula berjalan lancar, namun setelah bersalaman dengan Gubernur Bali, tiba-tiba tanda pangkatnya terjatuh. Hal ini membuat Gubernur mengambil dan memasangkankan tanda pangkat kembali dipundaknya.

Berselang beberapa saatnya lagi, kembali tanda pangkat sebelah kanan Bupati badung terjatuh di lantai untuk kedua kalinya.

Begitu pula saat prosesi penandatanganan pakta integritas untuk Bupati dan Wakil Bupati Badung yang disaksikan oleh Gubenur Bali Made Mangku Pastika dan Sulinggih. Lagi-lagi terjadi “insiden”, ballpoint yang dipakai tanda tangan oleh Giri Prasta terjatuh ke lantai. Hingga suara lentingannya terdengar lumayan keras. Tentu saja membuat staf panitia pelantikan yang terdekat sigap membantu mengambilkan ballpoint yang jatuh.

Kejadian dan “insiden” kecil tersebut mengundang perhatian dan candaan bagi sebagian yang hadir disana. Termasuk celetukan spontan dari beberapa awak media yang banyak hadir meliput upacara pelantikan. “Wah bapak Bupati Badung, Bapak Giri Prasta tadi nggak ikut upacara mejaya-jaya sih,” kelakar salah seorang awak media TV yang lengkap merekam prosesi pelantikan sejak pagi hingga usai. Memang sebelum upacara pelantikan, diadakan upacara mejaya-jaya di Merajan Agung yang ada di kantor Gubernur Provinsi Bali yang dipimpin oleh seorang Sulinggih.

Back