Tampil di Tanah Kelahiran, Malibustone Rayakan Kemerdekaan Dengan Reggae

94
Malibustone saat tampil di acara Gebyar HUT Kemerdekaan di Nusa Penida. |foto-sjd|

SULUH BALI, Nusa Penida – Konser Kemerdekaan ajang panggung bagi musisi lokal asal Nusa Penida menunjukan taring dihadapan publik sendiri. Mengisi kemerdekaan berkesenian lebih-lebih di tanah kelahiran ada kepuasan batin tersendiri yang tidak bisa diungkapkan dalam lubak hati. Malam puncak peringatan Dirgahayu Republik Indonesia ke 71 konser spektakuler bertempat di depan Kantor Camat Nusa Penida, Rabu (17/8) kemarin malam.

Malibustone salah satu band lokal dari Banjar Batununggul yang serius bermusik dengan genre reggae, kesamaaan visi dan misi antar personil jatuhkan pilihan jalur genre reggae. Kesempatan performance di salah satu festival musik reggae di Bali pencapian luar biasa bagi band. Manggung berbagai tempat di Bali pernah dirasakan, bagi band kesempatan yang baik datang melalui proses panjang. Tidak semudah membangun  sebuah band tanpa adanya komitmen personil. Berjuang meraih mimpi dan cita-cita besar berkiprah bermusik tujuan bersama masalah tantangan adalah bumbu penyedap membakar semangat kencang melaju.

Band yang digawangi Wi Dadang, Yesa, Ojil, Tombol, Ongih dan  Mentek dibentuk dari kongko-kongko di balai banjar dan perantuan. Cikal bakal nama band diambil dari nama spot diving daerah Desa Suana. Dimana daerah spot diving tersebut salah satu aset keindahan terumbu karang dengan beraneka ragam hayati yang hidup disana. Keragaman tersebut menarik kunjungan menyelam disana dari berbagau daerah bahkan luar negeri datang menikmati keindahan alam. Begitu juga band ini keaneka karekter masing-masing personil hal yang sama seperti spot diving akan menarik perhatian publik khususnya genre reggae.

Kehadirannya pun ditunggu penggemarnya setiap performance, apalagi hadir di depan publik sendiri itu anugrah. Ketika tiba naik panggung penggemar merapat merangsek di bibir panggung membawa atribut bendesa kebesaran band dan spesial bendera merah putih berukuran lumayan besar. Sayup-sayup gemuruh memecah suasana berjogeg dan berdendang bernyanyi. Aksi panggung atraktif menghibur penggemarnya dan masyarakat yang hadir berjoged bersama melepas terbelenggu ruwet kehidupan yang dijalani.

” Sangat spektakuler performance di hadapan publik sendiri memeriahkan hari bersejarah buat bangsa yang besar. Terima kasih atensinya, ” kata pentolan band Wi Dadang.

Selain Malibustone kehadiran musisi lokal turut memeriahkan malam konser kemerdekaan yakni Gede Bagus Brahmana dengan lagu berbahasa Bali. Penutup acara dimerihakan guest star penyanyi Bali A.A Raka Sidan. (SB-sjd)

Comments

comments