Taman Budaya Rawan Pencurian Helm

120

Pencuri mencongkel jok / sadel saat menjalankan aksinya. |foto-raka|

 

SULUHBALI.CO, Denpasar – Taman Budaya Denpasar sebagai tempat diadakannya PKB, Bali Mandara Mahalango, dan sekarang sedang diadakan Pameran Pembangunan Provinsi Bali ternyata rawan pencurian helm. Ramainya para pengunjung yang datang kesana rupanya menjadi incaran para pencuri helm. Seperti juga kejadian tadi siang, Sabtu (16/8) Nila seorang siswi sebuah SMP swasta  di Denpasar usai menyaksikan pameran pembangunan bersama teman-temannya, bergegas hendak pulang ia pun menuju lokasi parkir sepeda motornya di sebelah utara panggung terbuka Arda Candra. Betapa kagetnya dia, menyaksikan helm yang tadinya ia kunci di bawah sadel sudah raib.

Nila panik sambil teriak dan nangis, semua teman-temannya pun menghampirinya. SuluhBali yang kebetulan lewat disamping kerumunan remaja putri tersebut, mencoba menghampiri. “Ternyata pegangan sadel dipatahkan,” kata salah seorang teman Nila sambil mengangkat sadel motor yang telah lepas. Ternyata benar, pegangan sadel sudah patah. Meski dibawah sadel Nila menaruh baju dan jaket, tapi masih utuh. Hanya helm kesayangannya yang menurut Nila ia beli seharga Rp 200 ribu itu jadi incaran pencuri dan raib. .

Nila pun menangis, panik tanpa tahu harus mengadu kemana. Remaja putri itu juga menahan beban rasa takut, “Saya takut tar dimarah sama bapak, helm hilang,” katanya menangis sambil memandangi motornya yang sadelnya sudah lepas. “Saya takut pulang, takut dimarah bapak,” katanya berkali-kali. Setelah ditenangkan oleh teman-temannya, barulah remaja putri itu mau reda tangisnya dan berangkat pulang bersama teman-temannya.

Dari pantauan SuluhBali di Taman Budaya, ketika ada pementasan Janger saat Bali Mandara Mahalango tempo hari, juga beberapa orang pengunjung mengaku kehilangan helm. “Ya dalam satu deretan parkir, beberapa hem hilang pak,” kata salah seorang pengunjung yang ngaku sering menonton disana selang beberapa hari setelah kehilangan helm. “Saat itu saya sudah melapor pak, tapi ya tetap saja gak kembali helm saya,” katanya dengan nada mengeluh dan kesal.

Areal parkir yang luas, banyaknya pengunjung yang datang tanpa pengamanan yang memadai, Taman Budaya menjadi tempat yang tidak aman dan nyaman, terutama kehawatiran akan hilangnya barang-barang terutama helm yang ada di parkir. (SB-Raka).

Comments

comments