Tak Terima Dimadu, Istri Laporkan Suami ke Polisi Karena Narkoba

164

SULUH BALI, Denpasar – Seorang ibu rumah tangga asal Ambulu, Jember Jawa Timur, Juniatin (36) nekat melaporkan suami sirihnya, Rudi Marcio (49) ke polisi. Aksi nekat Juniatin tersebut lantaran cintanya dimadu. Tidak terima dengan hal tersebut iapun akhirnya membongkar bahwa suaminya tersebut merupakan pengguna dan pengedar Kokain hingga akhirnya harus menghuni sel tahanan Polresta Denpasar. Marcio diamankan oleh jajaran Kepolisian Resor Kota Denpasar pada Selasa (20/6) sekitar pukul 12.00 wita wita lalu di kosan istri sirinya, yang disebutnya sebagai mantan pacar di Sanur Jalan Tirta Ening, Denpasar Selatan.

“Sebelumnnya dia tidak seperti itu. Namun sejak kenal perempuan asal Kalimantan dia menjadi pemakai narkotika,” ujarJuniatin saat ditemui di Mapolsek Denpasar Selatan pada, Kamis (6/7).

“Saya sangat kecewa atas kelakuannya. Harta saya sudah habis karena dia. Saya harus jual kebun jati di desa hanya untuk DP mobil Rp20 juta yang di pakainya. Dia itu nggak kaya, tapi melarat,” ujarnya kesal.

Ia menambahkan bahwa sejak awal pernikahan sirinya, Juniatin mengaku hanya dinafkahi Rp300-Rp500 ribu dan di sewakan rumah kos. Namun 3,5 tahun berumah tangga dengan tersangka, perasaan Juniatin dilukai dengan hadirnya orang ketiga.

“Saya baru bertemu sekali itu dan saya pergoki sendiri. Gara-gara perempuan itu dia pemakai,” ujarnya.

Meskipun akhirnya dia turut masuk jeruji besi lantaran terbukti memiliki sebanyak 0,21 gram kokain yang diberikan Mario kepadanya, ia mengaku tidak menyesal.

Ia mengaku jika dirinyalah yang pertama kali ditangkap polisi yakni pada, Senin (19/7) sekitar pukul 22.00 wita olehtim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Selatan. Anggota opsnal mendapat informasi dari masyarakat tentang seringnya terjadi pesta narkoba di kos-kosan yang beralamat di Jalan Tirta Ening nomor 15 Sanur Kauh tersebut. Hingga akhirnya setelah dilakukan penggeledahan ditemukan narkotika jenis Kokain yang di simpan di bawah dispenser. Kokain tersebut di bungkus di dalam plastik klip bening.
Juniatin mengaku sebagai seorang petani di Ambulu, Jember sebelum akhirnya memutuskan merantau ke Bali dan menetap dengan saudaranya. Di Bali sendiri Juniatin bekerja sebagai penjual bakso di warung Bu Dewi.

“Tersangka mengakui barang tersebut adalah narkotika jenis kokain miliknya dan untuk di pakai sendiri,” ujar Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Bangkit Dananjaya saat rilis di Polsek Densel pada, Kamis (6/7). (SB-Rio)

Comments

comments