Tahun Politik Diharap Mampu Membangun Ekonomi Bali

50

Gde Sumarjaya Linggih ketika diwawancara seusai pembukaan Munas XIII Gapensi. (foto-ijo)

SULUHBALI.CO, Denpasar – Pertumbuhan ekonomi di Bali yang cukup baik pada tahun 2013 diperkirakan terjadi karena meningkatnya pertemuan-pertemuan digelar di Bali, baik yang bersifat Nasional maupun Internasional. Denpasar, selasa (21/1).

Tahun 2014 diperkirakan akan menjadi tahun yang cukup sulit, jika tidak ada pagelaran Internasional layaknya tahun 2013 lalu, “tapi untungnya tahun ini banyak terjadi perhelatan politik yang menyebabkan akan banyak terjadi acara-acara baik secara lokal maupun Nasional yang terjadi di Bali,” kata Gde Sumarjaya Linggih seusai menghadiri acara peresmian pembukaan Munas XIII Gapensi , Seminar dan Pameran Konstruksi Nasional serta Rapat Koordinasi Nasional yang bertempat di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar. Senin (20/1).

Pria yang akbrab disapa Demer itu pun mengatakan, hal lain yang menyebabkan pertemuan-pertemuan akan meningkat di Bali adalah penerbangan yang cukup memadai, sarana prasarana hotel di Bali bervariasi mulai dari yang biasa maupun yang bertaraf Internasional (bintang 5), serta tempat pertemuan yang tersedia mulai dari tempat untuk rapat yang kecil hingga rapat yang berkapasitas 5000 orang di indoor pun tersedia.

“Oleh karena itu, saya masih yakin menapaki hidup ditahun 2014 ini, perekonomian Bali masih tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan mengenai keterpihakan Pemerintah terhadap ekonomi makro dan mikro yang ada di Bali, “Kami lihat keterpihakan dari Pemerintah sendiri baru lebih besar ke Bali selatan dari pada ke Bali bagian utara, barat dan timur yang memang belum begitu terlihat,” jelasnya.

“Jika dilihat beberapa waktu yang lalu mengatasi kemacetan yang dilakukan melalui infrastruktur jalan yang terjadi itu hanya menyelesaikan permasalahan kemacetan di Bali selatan,”Sumarjaya Linggih menambahkan.

Lebih lanjut anggota DPR RI komisi VI tersebut juga menambahkan untuk permasalahan pembangunan dipastikan akan lebih mengutamakan investor dalam Negeri, “Dimana seperti yang disampaikan oleh Presiden SBY pada sambutannya bahwa lebih mengutamakan pengusaha Merah-Putih ketimbang pengusaha asing, kecuali kalau pengusaha Merah-Putih tidak bisa, baru beralih ke pengusaha asing,” tambahnya.

Sumarjaya Linggih juga mengharapkan hal tersebut yang sudah disambut baik agar nantinya bisa disambut baik pula oleh jajaran Pemerintahan dibawah Bapak Presiden untuk bisa diimplementasikan karena sering sekali yang terjadi pada masa revormasi, apa yang diperintahkan atau dikatakan oleh yang diatas tidak bisa dijalankan oleh yang dibawah.

“Hal ini sering terjadi akibat bawahannya tidak mau menjalankannya, ini juga akan menjadi persoalan, karena merupakan kontradiktif dari atasan dengan bawahannya,” ujarnya. (SB-Lik)

Comments

comments

Comments are closed.