Tahun Politik, Bali Mesti Kondusif

SULUHBALI.CO, Denpasar—Masih berkaitan dengan tahun politik yang menjadi kekhawatiran yang meliputi dunia pariwisata di Bali, membuat para pengusaha khususnya yang bergerak di bidang pariwisata ikut memikirkan hal ini.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengakui, tidak terlalu mengkhawatirkan permasalahan kunjungan wisatawan, karena menurutnya tahun ini dirasa masih sama seperti tahun kemarin. “Mungkin untuk market Eropa tidak terlalu rame, tetapi kita nyari dari market Australia, karena market Australia cukup tinggi,” kata IB Sidharta yang ditemui di Hotel Griya Santrian, Sanur, Denpasar. Jumat (17/1).

Ia juga menghimbau kepada Pemerintah, di tahun 2014 agar lebih berhati-hati dalam menambah suplay kamar, jangan sampai market yang masih stagnasi ini terlalu banyak suplay kamarnya. “Jadinya nanti kita takut ada perang harga, yang dapat menurunkan kualitas daripada produk kita,” tambahnya.

IB Sidharta juga menambahkan dengan tegas, konsep dari pariwisata adalah aman dan nyaman, jadi menurutnya jika terselenggara pemilihan Legislatif dan pemilihan Presiden harus berjalan dengan lancar dan pastinya aman, dikarenakan ini berhubungan dengan adanya pariwisata yang merupakan lokomotif Bali dan mempunyai banyak pengaruh terhadap seluruh aspek kehidupan.

“Jadi kalau sudah aman, itu pastinya pariwisata tidak akan terganggu oleh adanya politik itu sendiri,” tegasnya.

Dan Ia juga mengharapkan kepada para politisi yang bersaing di ranah politik agar tetap mengedepankan persaingan yang positif dan tidak menggunakan cara-cara yang anarkis. Politisi harus bisa menerima kekalahan, agar penyelenggaraan ini tidak mengganggu masyarakat dan wisatawan yang datang ke Bali.

“Kita sangat mengharapkan agar para politisi dapat memainkan perannya, demi menciptakan suasana Bali tetap kondusif,” harapnya. (SB-enny)

Comments

comments

Comments are closed.