SULUH BALI, Buleleng – Pemprov Bali merencanakan untuk menganggarkan kembali 2000 unit bedah rumah di Tahun 2019. Hal tersebut dilakukan untuk menanggulangi masyarakat miskin yang saat ini belum menerima bantuan bedah rumah, sehingga program bedah rumah tersebut benar – benar tuntas tanpa ada yang tercecer. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang didampingi oleh Ny. Ayu Pastika saat melakukan peninjauan ke salah satu penerima bantuan bedah rumah di Desa Gobleg, Buleleng, Minggu (8/4).

“Untuk anggaran 2019 saya masih ikut merancang itu dan jika Gubernur baru setuju, saya punya rencana akan menganggarkan 2000 unit untuk memenuhi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan bedah rumah,” jelas Pastika. Pastika awalnya mengira di tahun 2017 tersebut program bedah rumah sudah tuntas namun dari apa yang ia lihat dilapangan ternyata masih banyak yang belum mendapatkan bantuan tersebut. Hal itulah yang mendasari Gubernur Pastika menganggarkan bantuan bedah rumah di 2019. “Tahun 2017 menurut data BPS masih ada 1682 dan itu sudah diselesaikan, tapi ternyata masih ada, Inilah seringkali terjadi ketimpangan antara data bps dengan kondisi riilnya,” ungkap Pastika. Ditambahkan Pastika selama hampir 10 tahun kepemimpinannya, Pemprov Bali sudah membantu bedah rumah sebanyak 29.000 unit ke seluruh Bali. “Awalnya saya mengira hanya 20.000 tapi kenyataannya lebih banyak dari itu, ini adalah suatu fakta bahwa masyarakat kita hidupnya tidak seindah apa yang kita perkirakan dan ini satu pelajaran bagi kita semua,” tegasnya.

Sementara penerima bedah rumah yang di kunjungi Gubernur Pastika, Kadek Santika mengaku sangat berterima kasih atas bantuan yang telah di berikan. Ia mengaku walaupun dalam pengerjaannya sempat terkendala mahalnya bahan – bahan bangunan akibat dari erupsi Gunung Agung, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih karena akhirnya ia bisa memiliki rumah yang layak bagi istrinya Wayan Sekar dan anaknya Putu Bintang yang masih duduk di kelas 4 SD.

Bantuan bedah rumah yang diberikan kepada Kadek Santika merupakan bantuan dari Pos Bali yang secara langsung di berikan oleh Pimpinan Umum Pos Bali Made Nariana. Dalam kesempatan tersebut juga diberikan bantuan sembako dan bantuan penguatan ekonomi berupa uang tunai yang diserahkan oleh Ny. Ayu Pastika. (SB-humprov)

Comments

comments