Tahun 2017 Wisman ke Indonesia 12,68 Juta, ke Bali 5,6 Juta

55
Para wisatawan di Tanah Lot. (foto-rk)

SULUH BALI, Denpasar – Meskipun dalam suasana erupsi Gunung Agung, tahun 2017 kemarin pertumbuhan pariwisata di Bali termasuk mengalami peningkatan, dibanding tahun 2016.

“Per tahun ini (2017) kita kedatangan wisatawan mancanegara sekitar 5,6 juta orang lebih. Meningkat 17 persen lebih dari tahun 2016. Itupun karena ada erupsi Gunung Agung. Kalau tidak ada erupsi Gunung Agung, diperkirakan sekitar 6 juta,” ungkap Gubernur Mangku Pastika saat simakrama di wantilan DPRD, Sabtu (30/12/2017) lalu.

Pastika berharap mudah-mudahan setelah China mencabut travel warningnya, kemudian membolehkan lagi pesawatnya langsung terbang lagi ke Bali, dengan demikian maka jumlah wisatawan yang datang akan semakin banyak.

“Apalagi tahun 2018 banyak event internasional, yang besar sekali adalah IMF-World Bank tetap dilaksanakan di Bali. Kemudian ada peertemuan juga Bollywood Art Artist Awards, jadi seluruh artis-artis Bollywood dari seluruh dunia akan diberikan award di Bali,” ia menambahkan.

Karena menurutnya event besar berskala internasional tersebut belum pernah terjadi, di Indonesia juga belum pernah terjadi. Biasanya keliling ke negara-negara lain. Dan rencananya akan dilaksanakan di Bali.

Bagaimana Dengan Pariwisata Nasional ?

Hingga bulan Nopember 2017, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia telah mencapai 12,68 juta. Jumlah ini mengalami kenaikan 21,84% disbanding periode yang sama tahun (2016) lalu, yang mencapai 10,41 juta kunjungan.

Demikian berita dan data yang dipublikasikan lewat laman setkab go id,  Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, 2 Januari 2018 kemarin.

Mengutip penjelasan Kepala BPS Suhariyanto, jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui 19 pintu utama sebanyak 10.88 juta kunjungan. Dan wisman yang yang berkunjung di luar 19 pintu utama sebanyak 1,80 juta kunjungan.

“Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Nopember 2017 mencapai 1,06 juta kunjungan, mengalami kenaikan sebesar 5,86 persen dibanding jumalha kunjungan wisman pada Nopember 2016 yang berjumlah 1,00 juta kunjungan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Oktober 2017, jumlah kunjungan wisman Nopember 2017 mengalami penurunan sebesar 8,42 persen,” ungkap Suhariyanto. (SB-Rk)

Comments

comments