Tahun 2017 BPJS Tenaga Kerja Banuspa Layani 1,27 Tenaga Kerja

28
Kepala Kantor Wilayah Bali Nusa Tenggara dan Papua Kuswahyudi (Foto-Dims)

SULUH BALI, Mangupura – BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Bali-Nusa Tenggara-Papua (Banuspa) hingga bulan April Tahun 2017 telah melayani 1,27 tenaga kerja aktif. Dimana, dari 1,27 juta tersebut sekitar 516,026 tenaga kerja aktif untuk sektor pekerja penerima upah (formal) dan sekitar 42,043 untuk sektor pekerja bukan penerima upah (informal) Sedangkan tenaga kerja aktif proyek jasa konstruksi mencapai 713,95 tenaga kerja.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, dari sektor tenaga kerja, hingga bulan April 2017 penambahan kepesertaan pada sebanyak 58,766 tenaga kerja sektor Penerima Upah dan 21,056 tenaga kerja sektor Bukan Penerima Upah. Sedangkan dari sisi kepesertaan perusahaan, terdapat penambahan perusahaan sebanyak 2,943 sehingga total perusahaan aktif yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banuspa sampai dengan sebanyak 25,622 Perusahaan.

Kepala Kantor Wilayah Bali Nusa Tenggara dan Papua Kuswahyudi mengungkapkan, BPJS Ketenagakerjaan, melalui program Gerakan Sadar Jaminan Sosial mulai melakukan akuisisi para perangkat desa. Adapun gerakan tersebut berupa program Desa Sadar Jaminan Sosial. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial. “dengan program ini diharapkan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan terutama di wilayah Bali Nusa Tenggara dan Papua dapat meningkat seiring dengan akuisi perangkat desa” Ungkapnya, Kamis (18/05/2017).

Selain itu, Untuk meningkatkan kepesertaan dan iuran terutama di wilayah Propinsi Bali, BPJS ketenagakerjaan Kanwil Banuspa, menggandeng Kadin Provinsi bali dengan harapan seluruh perusahaan yang belum menjadi peserta bisa taat regulasi dan mendaftarkan pekerjaanya menjadi peserta terutama di wilayah provinsi Bali.

Disamping itu, penerapan low enforcement juga akan dimaksimalkan guna mengenjot pertumbuhan kepesertaan, maupun iuran yang akan dilaksanakan oleh petugas pemeriksa (wasrik) BPJS Ketenagakerjaan kepada perusahaan-perusahaan yang kurang patuh pada pelaksanaan perlindungan pekerjanya.

“Pada penegakan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banuspa sudah melaksanakan MOU dengan Kejaksaan Negeri maupun KPKNL se wilayah Bali Nusa Tenggara dan Papua dimana perusahaan- perusahaan yang tidak patuh tersebut akan dibuatkan pelaporannya,” katanya.

Selain menggandeng Kadin Provinsi Bali, BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat tambahan kepada peserta melalui program Co- Marketing dan program perumahan kepada pekerja. Program Co-marketing merupakan manfaat tambahan bagi peserta dimana peserta mendapat keuntungan tambahan dengan potongan harga atau diskon pada beberapa tenant, merchant ataupun produk jasa lainnya yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

“program ini merupakan bentuk kerjasama promosi dan penjualan dari produk atau jasa yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dari kerjasama ini, diharapkan dapat menguntungkan seluruh peserta baik tenaga kerja maupun perusahaan. jadi kalau dulu kartu BPJS Ketenagakerjaan awalnya hanya untuk mengklaim jaminan, sekarang bisa digunakan untuk potongan harga. Misalnya di hotel, perbelanjaan pesawat hingga jasa servis motor “ujar Kuswahyudi. (SB-Dims)

Comments

comments