Kapolresta Denpasar Kombespol Hadi Purnomo (tengah) menunjukan foto tahanan yang berhasil diamankan. (foto-dims)
SULUH BALI, Denpasar – Setelah sebulan melakukan pelarian dari rutan Polsek Denpasar Barat, akhirnya Tim gabungan Polresta Denpasar dan Polda Bali berhasil menangkap meringkus lima tahanan Polsek Denpasar Barat (Denbar) yang kabur pada Senin (4/6) lalu.
 
Tiga tahanan kabur diringkus yakni M. Alfan, M Rifa’i, dan Wilson Kennedi. Kemudian, pada Pada Selasa (5/6) lalu, tim gabungan juga kembali menangkap dua tahanan yang kabur. Mereka adalah M. Akbar dan M. Zubair.
 
Kapolresta Denpasar, Kombespol Hadi Purnomo menyebutkan Tertangkapnya ketiga tahanan tersebut, berawal dari penangkapan M. Zubair yang ditangkap di Terminal Purabaya, Surabaya, Jawa Timur, yang hendak melarikan diri menuju Jakarta. 
 
“M, Zubair ini merupakan ketua di Rutan Polsek Denpasar Barat atau biasanya dipanggil Danton sama rekan-rekannya di dalam rutan dan M. Zubair juga yang menjadi koordinator pelarian para tahanan tersebut,” ungkapnya, Rabu (20/06/2018).
 
Penangkapan kelima tahanan yang berhasil kabur bermula dari penangkapan M. Pansuri di Mushola Baitul Mukmin, Denpasar Selatan, pada Senin (4 Juni) Pukul 19.00 Wita, M. Zubair dilakukan di Terminal Bungurasih, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada 5 Juni 2018, Pukul 14.00 Wita, saat pelaku ini berencana akan melarikan diri ke Jakarta dan berbekal informasi Zubair akhirnya mendapat informasi bahwa M. Rifai berada di Jawa Barat, selanjutnya tim melakukan pengejaran kepada Rifai di kamar kos, Jalan Cibiru, Kota Bandung, pada 11 Juni 2018, Pukul 01.30 Wib.
 
“tim gabungn berhasil mengamankan M. Rifai di rumah istrinya daerah Bandung, Jawa Barat. Tim juga mendapatkan informasi M. Rifai bahwa M. Alfan dan Wilson Kennedy melarikan diri ke Balikpapan,” bebernya. 
 
Hadi mengaku kedua tahanan yang berhasil kabur yakni M. Alfan dan Wilson Kennedy melarikan diri menuju Jalan Bungtomo Denpasar. Kemudian, bersembunyi di truk yang akan menunju Banyuwangi, Jawa Timur. Setelah sampai di Banyuwangi, kedua tahanan tersebut menumpang truk bangunan pasir ke pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.
 
“Menurut pengakuan mereka. Mereka ini  menumpang ke supir truk untuk bisa sampai di Tanjung Perak, mereka diberi uang oleh sopir truk Rp 50 ribu. Karena menunggu kapal yang akan ke Balikpapan mereka sempat menjadi gelandangan, karena tak ada kapal yang menuju ke Balikpapan, mereka akhirnya mendapat kapal ke Banjarmasin,” bebernya.
 
Setelah keduanya sampai di Balikpapan akhirnya  M. Alfan memutuskan berpisah dengan Wilson Kennedy. M. Alfan memutuskan untuk ketempat kerabatnya di Samarinda sementara Wilson Kennedy melanjutkan perjalanan menuju Banjarmasin. 
 
“M. Alfan kita berhasil amankan dirumah kerabatnya di Samarinda sementara Wilson berhasil kita amankan saat akan melakukan perjalanan menuju Banjarmasin,” tambahnya. (SB-dims)

Comments

comments