Cabe/Tabia Bun. (foto-rk)

SULUH BALI, Denpasar – Pernah mendengar atau melihat bahan bumbu yang disebut dengan “tabia bun” atau cabai rambat? Tabia bun ini merupakan salah satu bahan untuk membuat bumbu Bali, atau base.

Tabia bun sebagai rempah-rempah pada bumbu yang menghadirkan aroma dan rasa yang khas.  Jadi bisa dibilang tabia bun ini sebagai bahan penyedap bumbu atau base yang alami. Tabian bun ini juga kerap sebagai salah satu bahan bumbu untuk penyedap pada masakan khas Bali, yakni lawar.

Kalau di pasar-pasar tradisional atau di warung penjual bahan bumbu, banyak yang menjual rempah-rempah untuk bumbu yang sudah dibungkus dalam satu kemasan plastik. Biasanya sudah berisi jebugarum, cengkeh, merica dan tabia bun ini.

Ternyata tabia bun ini banyak tumbuh di tembok-tembok (penyengker) pekarangan, pagehan (pagar) tegalan, kadang merambat di pohon lain. Biasanya mentik (tumbuh) begitu saja. Terkesan tumbuh liar, yang membuat pagar atau pohon menjadi tertutup oleh tumbuhan yang menjalar ini.

Saya dulunya tidak tahu juga, sempat mengira tumbuhan yang merambat dengan daun yang banyak itu bukan tabia bun. Kadang sering saya bersihkan, dan membuangnya. Karena terlihat mengganggu. Eh ternyata, buah dari tumbuhan yang merambat dan cepat tumbuh ini adalah tabia bun atau cabai rambat yang sangat berguna dijadikan bahan bumbu sekaligus penyedap yang alami.

Sebelum matang, tabia bun ini berwarna hijau, sama seperti warna daunnya. Begitu matang (wayah) akan berubah warna merah. Mirip seperti warna cabai rawit yang matang. Bahkan bentuknya pun mirip. Cuman tabia bun agak bintik-bintik.

Bagaimana prosesnya sehingga buah tabia bun ini sampai siap untuk dijadikan bahan bumbu ? Ternyata sangat mudah dan simpel. Tabia bun yang sudah matang itu dipetik, kemudian dijemur. Mirip seperti menjemur cengkeh. Setelah kering, warnanya akan berubah menjadi coklat pekat. Pada saat itu, buah tabia bun ini sudah siap dijadikan bahan bumbu atau base.

Disamping dijadikan bahan untuk bumbu (base), konon tabia bun ini juga sangat bermanfaat untuk kesehatan (herbal). Diantaranya bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah. Bahkan dipercaya juga untuk penunjang vitalitas bagi para pria. (SB-Rk)

Comments

comments