SVF | Menghadirkan Pesan “Tat Twam Asi” dalam Karya Fotografi

102
Suasana pameran foto "Tat Twam Asi" di Santrian Gallery (foto rka)

SULUHBALI, Denpasar – Pesan dan makna yang dalam dari Tat Twam Asi sudah sering diucapkan dan kita dengar. Ajaran dan pesan tersebut akan menjadi hidup dan lebih bermakna manakala dilakoni, dipraktekkan dalam tindakan nyata di keseharian kita.

Dimanapun, kapanpun ajaran Susila (Etika dan Moral) dari Tat Twam Asi tersebut bisa dan mesti diimplementasikan dalam tindakan. Bukan saja dengan sesama, terhadap binatang bahkan dengan tumbuhan sikap dan perilaku tersebut mesti diwujudkan.  Karena itu semua sebagai makhluk ciptaan-Nya.

Menangkap dan menghadirkan sikap dan tindakan yang didasari oleh Tat Twam Asi (Aku adalah Engkau, Engkau adalah Aku) menjadi sebuah karya foto juga diperlukan kepekaan. Sehingga diharapkan dari sebuah karya foto tersebut timbul daya gugah, inspirasi bagi khalayak penikmat karya foto itu, juga melakukan hal yang sama sesuai dengan pesan dari ajaran Tat Twam Asi tersebut. “Foto yang berhasil, diantaranya adalah foto yang mampu menimbulkan daya gugah,” ungkap Kristupa Saragih, seorang fotografer professional.

Itulah yang dicoba dilakukan oleh puluhan fotografer untuk menghasilkan karya foto dalam bingkai tema Tat Twam Asi. Karya-karya foto tersebut dilombakan serangkaian Sanur Village Festival ke-11, yang akan digelar akhir bulan ini.


“Fotografi itu asik,” ungkap Ida Bagus Gede Sidharta Putra yang biasa disapa Gus De. “Fotografi sangat banyak berperan mempromosikan Bali khususnya Sanur sebagai daerah wisata. Apalagi sekarang ditunjang dengan adanya kemajuan sosial media. Jadi fotografi sangat tepat terus dikembangkan bahkan kegiatan ini akan terus ditingkatkan,” tambah pemilik Griya Santrian Gallery yang juga pemrakarsa Sanur Village Festival (SVF) ini.

Iwan Darmawan selaku kurator lomba, mengatakan ada sekitar 800 foto yang dikirim oleh para fotografer . “Tapi akhirnya kita pilih sebanyak 32 buah foto. Pemilihan karya berdasarkan kekuatan visualisasi filosofi Tat Twam Asi. Sebuah filosofi empati, simpati pada hubungan antar individu, kleompok dan kegiatan masyarakat,” uarai Iwan Darmawan saat pembukaan pameran foto di Griya Santrian Gallery, Sanur, Jumat (19/8).

Saat pembukaan pameran foto tersebut juga hadir Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, I Wayan Gunawan mewakili Walikota Denpasar. Ia berharap kegiatan dan kreatifitas karya fotografi agar terus ditingkatkan khususnya di Denpasar. “Smart City untuk Kota Denpasar, tidak hanya dengan pilar teknologi, tetapi juga dibangun dengan pilar yang lain, salah satunya adalah pilar budaya,” katanya saat memberi sambutan.

Dari 32 buah foto yang dipamerkan, nampak berbagai aktifitas keseharian coba ditangkap dengan bidikan kamera para fotografer yang berusaha menghadirkan pesan dari tema Tat Twam Asi. Seperti kebersamaan, membantu sesama, kasih sayang, hingga upaya berbagai dengan sesama maupun binatang yang ada di sekitar. Pameran fotografi di Griya Santrian Gallery, Sanur tersebut berlangsung dari tanggal 19 s/d 28 Agustus 2016. (SB-Rk). 

Para fotografer dan kurator berfoto bersama sebelum pembukaan (foto rka).
Para fotografer dan kurator berfoto bersama sebelum pembukaan (foto rka).

 

Comments

comments