Sudikerta Tegaskan Komitmen Pemprov Jaga Lahan Pertanian Bali dan Subak

146
Sudikerta saat acara Penanaman Perdana Padi di Subak Getas, Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar. |foto-humprov|

SULUH BALI, Gianyar – Membangun dan melestarikan pertanian merupakan tanggung jawab semua pihak mengingat saat ini sektor pertanian sangat diharapkan untuk mampu menyangga ketersedian pangan bagi masyarakat.

Dan khusus di Bali pertanian tidak semata – mata hanya digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat melainkan juga sebagai fungsi pelestarian adat dan budaya serta pelestarian lingkungan dalam sebuah organisasi yang bernama Subak.

Oleh karena itu, Pemprov Bali terus berkomitmen dan berupaya untuk selalu menjaga lahan pertanian yang ada di Bali beserta lembaga pengelolana yakni Subak tersebut.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dalam sambutannya saat menghadiri acara Penanaman Perdana Padi di Subak Getas, Desa Buruan, Blahbatuh, Gianyar, Jumat(26/2).

“Komitmen kita saat ini diarahkan untuk menanggulangi permasalahan pertanian yang ada saat ini seperti alih fungsi lahan, keterbatasan irigasi, gangguan hama dan penyakit serta bencana alam dan mahalnya harga sarana produksi,” tegas Sudikerta yang mengaku Pemprov Bali selama ini telah memberikan dukungan bagi pertanian Bali dengan cara membangun infrastruktur pendukung pertanian dan juga memberikan bantuan alat – alat pertanian kepada petani serta pemberian asuransi bagi petani yang mengalami kerugian sebagai akibat dari lahan pertaniannya terkena bencana alam, sehingga dengan langkah – langkah tersebut diharapkan mampu untuk mengatasi tantangan dan permasalahan pertanian tersebut.

Lebih lanjut disampaikan Sudikerta, kegiatan penanaman yang menggunakan sistem SRI (System of Rice Intensification) dan sistem Jajar Legowo diharapkan mampu untuk memberikan peningkatan produktivitas, produksi dan pendapatan petani serta kelestarian lahan dan lembaga subak tersebut.

“Saya harap Subak Getas ini mampu menjadi contoh dan replikasi model bagi subak – subak yang lainnya, sehingga lahan pertanian Bali tetap terjaga,” imbuh Sudikerta. Sudikerta juga memberikan apresiasi kepada Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian pada penyediaan pangan yang cukup dan aman kepada masyarakat.

Dan diharapkan kegiatan tersebut dijadikan sebagai tonggak awal untuk meneguhkan komitmen semua pihak untuk menjaga dan memberdayakan lahan pertanian dan subak karena kelestarian lahan dan subak tersebut akan menentukan kelestarian nilai dan budaya Bali yang sosioagraris religious.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali , Dewi  Setyowati, menyatakan bahwa melalui sistem SRI (System of Rice Intensification) yang lebih menekankan kepada penggunaan pupuk organic yang lebih tinggi, penggunaan benih muda serta pengairan itermitten/terputus – putus dan sistem Jajar Legowo diharapkan mampu untuk memberikan sebuah terobosan baru atau langkah baru dalamm upaya untuk meningkatkan hasil panen dari para petani sehingga dengan produksi yang bagus diharapkan hasilnya dapat menjaga ketahanan pangan di wilayah Bali serta menekan angka inflasi yang terjadi di Bali.

Mengingat komoditi pertanian terutama beras sangat berpengaruh terhadap inflasi yang terjadi di Bali.

Selain itu, melalui sistem tersebut petani menjadi memiliki pengetahuan lebih tentang pertanian yang diharapkan mampu untuk menularkan sistem tersebut kepada petani lainnya serta menanggulangi laju alih fungsi lahan yang saat ini marak terjadi di Bali.

Acara juga diisi dengan penyerahan secara simbolis bantuan sapi dari Bank – bank yang ada di Bali kepada Subak Pulagan dan juga penyematan Pin Petani Penggiat Ketahanan Pangan kepada 20 orang petani.

Puncak acara penanaman ditandai dengan turun langsung ke areal persawahan Subak Getas untuk secara bersama – sama menanam padi yang diikuti oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Deputi Gubernur Bank Indonesia Hendar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Dewi Setyowati, Bupati Gianyar A A Gde Agung Bharata,Kepala BPS Provinsi Bali, Pangdam IX Udayana, Kapolda Bali beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Gianyar. (SB-humprov)

Comments

comments