Sudikerta Pantau Pasar Tradisional

64

Sudikerta saat mengunjungi pasar Badung. |foto-ijo|

SULUHBALI.CO Denpasar –  Sudikerta melakukan pemantauan terhadap harga sembako di sekitar Pasar Badung Pagi Tadi Jumat (04/04/2014) serta membagikan beberapa sayur hingga Buah-Buahan secara Cuma-Cuma kepada para pengunjung pasar.

“Saya datang ke Pasar Badung untuk memantau harga-harga sembako sebagai salah satu kebutuhan hidup masyarakat Bali. Dari perkembangan di Pasar, penjualan yang ada harga-harga sungguh sangat stabil, tidak ada kenaikan secara derastis pasca hari raya Nyepi,” ungkapnya.

Nilai pasar yang terjadi saat ini mampu terjaga sampai pasca pemilu. Seandainya jika terjadi kenaikan yang drastis akan berdampak pada inflasi di Bali.

“Inflasi tinggi berarti kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok makanan akan sangat memberatkan, oleh karena itu saya berharap pertama kepada para Pedagang tidak serta merta menaikan harga barang, agar dapat dijangkau oleh masyarakat terhadap nilai barang itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” ujar Sudikerta yang ditemui usai memantau harga bahan pokok.

“Tentu kita juga harapkan masyarakat yang membutuhkan bahan pokok tersebut, agar datang ke pasar-pasar tradisional ini. Jangan serta merta datang ke pasar modern. Serta kita harapkan juga para pasar modern ini tidak mematikan pasar tradisional,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Bali juga telah menyidiakan anggaran untuk merevitalisasi  serta memperbaiki pasar-pasar tradisional.

“Saya tidak hafal betul nominalnya berapa yang pasti sudah kita anggarkan kepada beberapa titik pasar tradisional yang ada di Bali misalnya di Karangasem, Buleleng itu sudah ada alokasikan anggaran untuk kita tingkatkan kondisi pasar saat sekarang ini karena kondisi pasar kumuh,” ujarnya.

Kekumuhan pasar diakibatkan karena pedagang yang berjualan di pasar tersebut tidak bersih dan perlu dibenahi  mulai dari sisi infrastruktur  sarana dan prasana hingga meningkatkan kualitas SDM ( Sumber Daya Manusia).

Jangan sampai terjadi kesenjangan harga yang begitu tinggi sehingga antar yang satu dengan yang lainnya dalam produk yang sama. Kalau hal tersebut terjadi akan berdampak kepada persaingan yang tidak sehat dan berdampak pula terhadap ketidak stabilan harga. ( SB- IJO )

Comments

comments