Sudikerta Himbau “Rare Angon” Disiplin Dalam Ajang Lomba Layang-Layang

67

SULUH BALI, Denpasar – Para penggemar permainan layang layang yang di Bali biasa disebut dengan ‘rare angon’ diminta memaknai setiap ajang perlombaan layang-layang dengan menunjukkan sikap  disiplin, peduli terhadap lingkungan dan yang paling penting mampu mengendalikan diri dalam setiap tindakan sehingga muncul sifat tenggang rasa dan saling menghormati sesama pelayang maupun dengan orang lain.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat membuka Lomba Layang-Layang Mel Tanjung Kite’s Festival VIII Tahun 2016, bertempat di Pantai Mertasari, Denpasar pada Sabtu (20/08).

Lebih lanjut, Sudikerta mengatakan bahwa bagi seorang pelayang persatuan dan kedisiplinan merupakan faktor pendukung dalam keberhasilan menaikan layang-layang. Terlebih saat ini lahan untuk menaikan layangan semakin berkurang, sehingga membutuhkan strategi khusus dalam menaikan layangan tanpa mengabaikan kepentingan umum dan menjaga solidaritas dalam masyarakat.

Disamping itu, Ia juga mengimbau agar penggemar layang-layang di Bali khususnya yang ada di banjar-banjar dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam bentuk hasil karya yang diikut sertakan dalam lomba ini tanpa meninggalkan  ketradisionalannya.

Sementara itu, Katua Panitia Lomba Mel Tanjung Kite’s Festival I Wayan Mariana Wandira, mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan tujuan pelaksanaan lomba adalah untuk melestarikan layang – layang tradisional dan seni budaya Bali sehingga terwujud kreativitas serta inovasi baru.

Wayan Wandira juga menambahkan pelaksanaan lomba kali ini mengambil tema yaitu “Melayangan Simbol Keseimbangan dalam Dinamika Perbedaan”, dengan beberapa jenis layang-layang yang dilombakan dari jenis layang-layang tradisional seperti “bebean”, “pecukan”, “janggan” dan “janggan buntut” serta dari kreasi layang-layang kreasi baru yang diikuti oleh peserta kategori anak-anak dan dewasa yang berlangsung dari tanggal 20-21 Agustus 2016 sebanyak 1435 layangan. Melihat antusiasme para rare angon dalam mengikuti kegiatan tersebut, Ia berharap akan menumbuhkan kecintaan para generasi muda terhadap permainan tradional ditengah arus globalisasi dan teknologi modern saat ini.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kasat Pol PP Provinsi Bali, Kepala Badan  Penanggulangan Bencana Provinsi Bali, Ketua Pelangi Bali, Kepala Desa Sumerta Kauh serta undangan lainnya. (SB-humprov)

Comments

comments