Sudikerta Hadiri Penyineban Batara di Ulun Danu Batur

663

SULUHBALI.CO, Bangli – Mengakhiri rangkaian upacara ngusaba kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, berkesempatan mengikuti rangkaian upacara penyineban pada minggu (27/4). Dalam upacara yang juga dihadiri oleh Kapolda Bali, Drs. Benny Mokalu, SH beserta istri, Bupati Karangasem, Bupati beserta Wakil Bupati Bangli, anggota DPRD, tokoh masyarakat beserta jajaran pimpinan biro dan SKPD di lingkungan pemerintah provinsi Bali, Wagub Sudikerta mengikuti dengan khidmat rangkaian demi rangkaian acara berbaur dengan masyarakat.

Rangkaian upacara penyineban diawali dengan bakti pepranian. Pengempon Pura Jero Gede Batur mengatakan, Bakti Pepranian ini merupakan rangkaian dari puncak pujawali ngusaba kedasa di Pura Ulun Danu Batur yang sudah dilaksanakan pada (14/4) lalu. Upakara pepranian sendiri diawali dengan ngadegan bagia pule kerti sebagai bentuk simbolis pala bungkah, pala gantung ( hasil bumi ) dan diakhiri dengan nuek pule kerti yang dimaksudkan untuk menyuburkan kembali semua hasil bumi, dimana dalam kedua prosesi tersebut Wagub berkesempatan nuwek bagia mengunakan keris. Saat prosesi berlangsung juga di isi dengan tarian baris perang perangan yang diartikan sebagai simbul orang memerangi kemiskinan atau sebagai tarian penyemangat agar masyarakat bekerja dengan giat. Selain tarian juga diisi dengan matiti suara yang dimaksudkan agar masyarakat bersama – masa nunas bisama Ida bhatara yang beristana di Pura Ulun Danu Batur, agar masyarakat bisa dijauhkan dari perbuatan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama sehingga masyarakat bisa menemukan dharma (kebaikan)dalam dirinya. Upakara bakti pepranian sendiri di puput oleh dane Jro Kesinoman.

Dikatakan juga, bakti pepranian adalah bagaimana kita sebagai umat hindu selalu bersyukur kehadapan tuhan dengan mempersembahkan kembali hasil bumi yang sudah kita dapatkan. “Sehingga harapan kita semua Ida Bhatara yang beristana di Pura Ulun Danu Batur selalu memberikan keselamatan dan kesejahteraan bagi kita semua,” ungkap Jero Gede Batur. Upacara diakhiri dengan penyineban batara, dan mendem bagia pule kerti. (SB-hum)

Comments

comments

Comments are closed.