Ni Luh Putu Septyan Parmadani (ist).

SULUH BALI, Gianyar, Bali — Tersangka pembunuhan terhadap ketiga anaknya sendiri, Septyan Parmadani (33), sudah dijebloskan tahanan Polres Gianyar sejak Senin (12/3), setelah pulang dari RS Sanglah, Denpasar, karena kondisi kesehatan mentalnya semakin membaik.

“Sejak Senin (12/3), RS Sanglah telah memberikan izin tersangka dirawat di luar rumah sakit, maka kami langsung melakukan penahanan, tapi tersangka sempat minta izin untuk berdoa bagi ketiga anaknya,” kata Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deny Septiawan di Gianyar, Selasa (13/3/2018).

Dalam tahanan Polres Gianyar, aparat kepolisian juga akan menjaga ketat agar tersangka tidak melakukan percobaan bunuh diri lagi. “Selain itu, kami juga terus menyelesaikan kasus pembunuhan tiga anak yang diduga dilakukan oleh ibunya sendiri,” tambah AKP Deny.

Polisi telah mendapatkan 12 saksi di antaranya, suami tersangka, orang tua, kepala sekolah, guru dan pengelola kantin tempat tersangka bekerja sebagai seorang guru SD.

Ni Luh Putu Septyan Parmadani diduga telah membunuh tiga anaknya yakni Ni Putu Diana Mas Pradnya Dewi (6), I Made Mas (4) serta I Nyoman Kresnadana Putra (2) pada Rabu (21/2) dini hari sekitar jam 02.30 Wita dengan cara membekap mulut dan hidung anak-anaknya hingga tewas.

Setelah itu, pelaku melakukan percobaan bunuh diri dengan menyayat urat nadi pergelangan tangan dan meminum Baygon “sachet”.

Bukan Diracun, Tapi Bekab Mulut Anaknya

Kepada awak media, Kasat Reskim mengemukakan pula hasil autopsi dan laboratorium krimininalistik bahwa dalam tuba ketiga anaknya tidak ditemukan racun Baygon dan minuman bayi. Tutup botol minuman bayi juga tidak terdapat racun Baygon.

“Hal ini sejalan dengan pengakuan tersangka, bahwa ia membunuh ketiga anaknya dengan membekap mulut dan hidungnya hingga tewas tanpa memasukkan racun,” tambah AKP Deny.

Hasil rekam medik RS Sanglah, tersangka terbukti mengalami depresi berat, tapi setelah dilakukan perawatan di RS Sanglah, Denpasar, kondisi kesehatan fisik dan mental semakin membaik sehingga, tersangka diizinkan pulang.

“Seperti tahanan lainnya, tersangka boleh dikunjungi oleh sanak keluarganya tapi menyesuaikan dengan jam bezuk,” kata AKP Deny Septiawan. (SB-ant)  

Comments

comments