I Ketut Suastika, SH saat diwawancara media (photo-raka)

SULUHBALI.CO, Denpasar—Kongres Kebudayaan Bali II yang digelar di Inna Grand Bali Beach Sanur, Selasa 24 September 2013.

Dalam wawancara Kadis Kebudayaan Provinsi Bali I Ketut Suastika, SH mengatakan, “Potensi unggulan untuk pembangunan sentralnya di Kebudayaan itu sendiri, dan Subak merupakan akar dari Budaya Bali. Ketika posisinya kebudayaan seperti itu, didalam pembangunan tentu pemerintah Provinsi melakukan kerjasama dengan Pusat, Kabupaten/Kota berkomitmen tinggi untuk melakukan pelestarian dan pengembangan dengan berbagai aktifitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.”

Ia juga mengatakan Subak mempunyai kekuatan yang besar di Bali. Baik untuk kawasan penyangga maupun tempat aktifitas pertanian dan pelestarian kebudayaan itu sendiri.

“Untuk Subak sendiri dalam Kongres ini sangat strategis untuk kita bahas, Subak memiliki eksistensi dan tantangan yang luar biasa,”ujarnya.

Dengan Kongres ini Ketut Suastika mengharapkan, ada rekomendasi-rekomendasi yang terkait dengan perencanaan tata ruang, tentunya sonasi-sonasi Subak yang khususnya dalam perlindungan UNESCO itu benar-benar dikelola dengan prinsip pelestarian dan pemberdayaan masyarakat. Dan areal Subak atau persawahan kita upayakan untuk dikonversasi/dipertahankan.”

Dengan upaya demikian,Bali yang merupakan tujuan daerah Pariwisata yang daya tarik utamanya karena kebudayaan bisa dilakukan pengelolaan potensi secara berkelanjutan.

Sasaran utama ditujukan terhadap Subak-subak yang masuk dalam perlindungan UNESCO, dimana ini di design untuk pelestarian, pemberdayaan dan memberi inspirasi kepada Subak-subak lain untuk menahan terjadinya alih fungsi.

Subak sistem yang diakui UNESCO mencangkup lima kawasan, total luasnya mencapai 19.000 hektar yang secara terintegrasi dan saling berkaitan.

“Yang paling penting kami ingin menempatkan posisi petani yang ada di Subak-subak itu benar-benar sebagai pelaku, agar tidak selalu terkesan petani itu terpinggirkan,” Tegasnya. (SB-Putra/Enny)

Comments

comments

Comments are closed.