SULUH BALI, Mangapura – Bali sebagai destinasi pariwisata terpopuler di Indonesia dan kebutuhan akan hortikultura akan selalu meningkat seiring perkembangan pariwisata di Bali. Sektor pariwisata terhubung dengan bidang hortikultura dalam penyediaan suplai bahan baku dengan petani sebagai pemeran utama.

Namun perkembangan sektor pariwisata di Bali menyebabkan penurunan minat generasi muda di Bali untuk bekerja di luar sektor pariwisata. Sehingga sektor pertanian tak lagi dilirik oleh generasi muda. Ditambah dengan seringnya muncul stigma bagi orang tua yang tidak ingin anaknya menjadi petani seperti mereka, dan lulus sekolah akan diarahkan ke perhotelan.

Berangkat dari krisis minat generasi muda untuk mendalami sektor pertanian, STUCO bekerjasama dengan BNI Berbagi menginisiasi program Future Farmers Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan minat atas bidang pertanian dan perikanan sebagai “living lab” bagi anak muda.

STUCO adalah proyek inisiatif yang dikelola oleh Yayasan Parama Anak Bangsa untuk memberdayakan generasi muda Indonesia lewat berbagai program di berbagai lini, antara lain Future Farmers Indonesia.

Rangkaian Future Farmers Indonesia dibuka dan dimulai pada Senin, 30 Juli 2018 dengan mengundang Kepala Sekolah dari SMKN 1 Petang, alumni, serta pemerintah daerah sekitar, bersama BNI Berbagi yang menjadi pendukung utama program Future Farmers Indonesia.

Kepala sekolah SMK N 1 Petang, I GST PT Asih SP. D menyambut baik kegiatan yang untuk pertama kali diadakan itu. Menurutnya program itu tidak saja memberikan wawasan tambahan bagi siswanya namun bagaimana nantinya regenerasi dibidang pertanian tetap terjaga. “Apalagi kawasan Petang ini dikenal dengan pertaniannya nah ini akan sangat membantu para siswa,” paparnya.

Rangkaian program ditandai dengan upacara pembukaan di SMKN 1 Petang sebagai bentuk sosialisasi mengenai beberapa program yang akan diselenggarakan hingga Desember 2018. Bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor dan Universitas Udayana untuk research mengenai tanaman dan aspek pariwisata di Bali.

Adapun program Future Farmers Indonesia adalah membentuk siswa atau generasi muda untuk menjalani latihan-latihan untuk menjadi agripreneur dengan workshop bersama para ahli di bidangnya, serta mendatangkan chef dari HoReCa dan retailer di Bali untuk menjembatani komunikasi antara dunia edukasi dan industri dan mendalami kebutuhan dari kedua belah pihak dan kontribusi apa yang dapat dilakukan.

Loka Tani adalah program yang dibuat untuk menyatukan antara siswa dan industri serta komunitas tani. Di sana akan menjadi titik pertemuan antara proyek bisnis yang telah dilatih dari rangkaian workshop dan edukasi yang telah didapat siswa, dengan komunitas dan berbagai stakeholders.

Kemudian Farmer Market adalah hasil dari rangkaian acara Future Farmers, akan dibuat Pasar Desa yang menjadi tempat untuk memasarkan produk, bagaimana menerapkan Business to Customer (B2C), selain itu menarik turis dan diharapkan dapat meningkatkan nilai pariwisata baik pengunjung lokal maupun mancanegara.

“Secara gelobal Bali itu tampak megah namun dilihat secara mendalam khususnya dibidang pertanian cukup memprihatinkan, melalui program ini kami harapkan genrasi muda Bali tidak lagi takut kotor sebab pertanian itu cukup luas bidangnya,” jelas Yasti Daita selaku perwailan dari Yayasan Parama Anak Bangsa.

Future Farmers Indonesia hadir sebagai program yang menjembatani kesenjangan antara kedua sektor tersebut, dengan harapan bahwa generasi muda dapat menjadi agen perubahan bagi sektor pertanian Indonesia. Membuktikan bahwa pertanian yang dikembangkan secara modern dan mengikuti tren pasar dikombinasikan dengan sumber daya dan kearifan lokal akan berdampak bagi kemakmuran masyarakat hingga ke pelosok desa.

Untuk menjalankan kegiatan ini, diperlukan dukungan dari berbagai pihak baik perorangan maupun korporasi. Future Farmers Indonesia mengadakan kesempatan untuk berdonasi demi kelangsungan bidang pertanian Indonesia yang lebih baik. Untuk informasi mengenai donasi dapat menghubungi ke alamat e-mail:futurefarmers@thestudentloop.com. (SB-cas)

Comments

comments

1 COMMENT