STP Nusa Dua Jalin Kerjasama Dengan Perusahaan Pengolah Limbah

99
Rektor STP Nusa Dua, Drs. Dewa GN Byomantara (tengah) bersama Farri Aditya selaku Chief of Bussines Development and coorporate, PT. Ekadaya Multi Adi Prima (kanan) sambil menunjukan produk predam suara hasil olah dari limbah (foto-ijo)

SULUH BALI, Mangupura – PT. Rekadaya Multi Adi Prima sebagai salah perusahaan pengolah limbah tekstil dan pakaian rokmbeng yang tidak layak pakai yang dimanfaatkan sebagai bahan baku peredam kebisingan menjalani kerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua.

Rektor STP Nusa Dua, Drs. Dewa GN Byomantara, M. Ed mengungkapkan kerjasama yang terjalin selain untuk pengadaan akustik untuk ruang meeting, PT. Rekadaya Multi Adi Prima juga akan memberikan pengetahuan baik terhadap dosen maupun mahasiswa terhadap produk saur ulang yang berkualitas.

“Saat kami lihat produk yang ditawarkan dari Green Rekadaya ini membuat kami tertarik untuk melakukan kerja sama. Selain merupakan produk hasil daur ulang yang ramah lingkungan, Green Rekadaya juga akan memberikan pengetahuan baik terhadap dosen maupun mahasiswa bagaimana menghasilkan produk recycle yang berkualitas,” ungkapnya, Rabu (22/03/2017)

Selain itu, Dewa mengaku kertarikannya untuk menjalin kerjasama selain produk yang dihasilkan merupakan produk ramah lingkungan, produk ini juga produk yang mengkolaborasikan sisi akademisi dengan pembisnis.

“Sektor pariwisata itu tidak lepas dari sisi lingkungan sehingga ini merupakan salah satu solusi yang baik kenapa saya tertarik produk ini juga merupakan produk kolaborasi antara lembaga pendidikan, kemudian termasuk juga hasil akademisinya. Jadi, kami anggap ini hal positif sehingga kami sangat antusias karena banyak benefit yang akan kami dari STP Nusa Dua,” ujarnya.

Sementara itu, Farri Aditya selaku Chief of Bussines Development and coorporate,  PT. Rekadaya Multi Adi Prima mengungkapkan produk yang dihasilkan merupakan kolaborasi yang kontennya untuk menasionalisasikan hasil penelitian bersama.

“Sebenarnya produk ini bukan produk yang pure bisnis, disini kita mengkolaborasikan yang cukup kuat melibatkan sisi akademisi, bisnisnya dari kami  dan pemerintahan yang melibatkan Kementerian Perindustrian serta Kementerian Pariwisata,” ungkapnya.

Lanjut Farri, kami melakukan kerjasama dengan kementerian untuk penguatan pengolahan limbah dan serat alam. Dimana, setiap tahunnya PT. PT. Rekadaya Multi Adi Prima mengolah 300 ton limbah perbulannya yang dikalkulasikan dalam setahunnya mencapai 4 ribu ton.

“Penggunaan serat alam yang kami mulai lakukan penelitian secara serius. Sekarang kami sudah mulai lakukan pengolahan limbah untuk industri kreatif,” tambahnya. (SB-Ijo)

Comments

comments

1 COMMENT

Comments are closed.