Stop Penyelundupan Sapi Bali

143

SULUHBALI.CO, Denpasar–Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian Ir. Syukur Iwantoro mengatakan bahwa, penyelundupan sapi bali oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dari Pulau Dewata ke sejumlah daerah di Indonesia cukup memprihatinkan, hingga sekarang aksi ilegal tersebut masih terjadi tidak kurang dari 3.000-7.000 ekor sapi per bulan.

“Perdagangan sapi tanpa dilengkapi dengan dokumen itu mulai dari sapi bibit, sapi betina (induk) hingga sapi yang siap dipotong,” kata Dirjen Syukur Iwantoro ketika tampil sebagai pembicara pada Seminar Nasional Peran Sapi Bali Dalam mewujudkan Swasembada Daging Nasional yang berkelanjutan” di Denpasar, Selasa (24/9).

Pada seminar yang digelar oleh Pusat Kajian Sapi Bali Universitas Udayana, Dirjen Syukur Iwantoro menjelaskan bahwa, perdagangan sapi secara ilegal itu akan sangat merugikan banyak pihak.

melakukan penyelundupan sapi termasuk bibit, selain menyulitkan pemerintah Provinsi Bali, khususnya Dinas Peternakan dalam mengontrolkan populasi sapi, juga menyebabkan terjadinya penyebaran penyakit jembrana yang menyerang ternak sapi hingga keluar Bali.

“Selain itu, proses perbaikan genetik pada sapi bali tidak dapat dilakukan secara maksimal, karena sapi-sapi yang bermutu ikut diselundupkan”, ujar Dirjen Syukur.

Populasi sapi dan kerbau di Bali dari hasil sensus pertanian (SP) 2013 merosot hingga 161,087 ekor dari 639.793 ekor hasil dari pendataan tahun 2011 menjadi hanya 478.706 ekor pada 1 Mei 2013.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Putu Sumantra yang juga turut menghadiri seminar nasional tersebut mengaku telah melayangkan surat untuk permohonan bantuan kepada Pangdam IX Udayana dan Kapolda Bali untuk turut serta dalam mengatasi penyelundupan sapi yang akhir-akhir ini marak terjadi.

Khusus penyakit jembrana yang banyak menyerang ternak sapi bali sejauh ini telah dapat ditekan sekecil mungkin, karena hampir tidak ada sapi bali di Pulau Dewata yang terserang penyakit jembrana tersebut.

Pengembangan sapi bali sudah dilakukan secara maksimal melalui sistem pertanian terintegrasi (Simantri) yang khusus memproduksi bibit sapi bali untuk selanjutnya dibesarkan agar menjadi sapi yang bermutu baik, disamping pengembangan melalui penyaluran kredit perbankan.

“Kredit perbankan yang telah disalurkan untuk pengembangan ternak sapi bali mencapai sekitar Rp23 miliar’, ujar Putu Sumantra. (SB-lika/ant)

Comments

comments

Comments are closed.