Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 | Sudikerta Himbau Pengusaha Beri Data Akurat dan Jujur

123
Wagub Sudikerta saat memberi sambutan dalam acara Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016. |foto-humprov|

SULUH BALI, Denpasar – Pelaksanaan Sensus Ekonomi yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali memegang peranan yang amat penting sebagai landasan penyusunan kebijakan , perencanaan dan evaluasi pembangunan kedepannya. Melalui sensus ekonomi 2016 yang akan di selenggarakan dari tanggal 1 – 31 Mei 2016, Sudikerta berharap para pelaku usaha baik usaha mikro maupun makro untuk mendukung penuh sensus  tersebut, salah satunya dengan memberikan data yang akurat dan jujur.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, dalam wawancara dengan awak media seusai membuka acara  Penjelasan Sensus Ekonomi 2016 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik  (BPS) Provinsi Bali di Rama Sita Room Hotel Inna Grand Bali Beach Rabu ( 2/3 ).

Lebih lanjut Sudikerta menambahkan  dalam menyampaikan data yang akurat , para pengusaha jangan merasa kawatir dan takut atas data  yang diberikan, pemerintah akan tetap mendukung para pengusaha serta tidak akan ada efek yang akan ditimbulkan dari data data yang diberikan kepada tim survey yang telah ditunjuk oleh pihak BPS Provinsi Bali.

Sementara itu Wagub Sudikerta yang hadir didampingi oleh Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Ekopem kesra) Setda Provinsi Bali Ketut Wija, dalam sambutan tertulisnya menyampaikan bahwasannya pertumbuhan ekonomi Bali yang berada pada level  yang tinggi ( kisaran 6 persen lebih ), inflasi yang rendah dan angka kemiskinan  yang rendah tentu saja dihasilkan dari berbagai kebijakan nyata yang telah dilakukan yang didasari atas data yang akurat.

Dalam hajatan besar BPS yang dilakukan sepuluh tahun sekali ini akan mencakup semua sektor ekonomi diluar sektor pertanian serta hasilnya nanti diharapkan mampu menghasilkan data dasar ekonomi yang lengkap.

Hasil yang penting dari Sensus Ekonomi tersebut tidak hanya akan memberi manfaat bagi jajaran birokrat serta  pengusaha tapi  akan memberi manfaat secara tidak langsung bagi masyarakat umum dimana masyarakat akan merasakan manfaat dari kebijakan yang dibuat pemerintah yang didasari dari data Sensus Ekonomi 2016 ini.

Sudikerta juga menambahkan  sebagai calon responden data , para pelaku usaha memegang peran yang sangat penting mengingat data yang akurat tidak akan bisa diperoleh tanpa jawaban yang benar dan jujur dari para pengusaha. “Mari pastikan pembangunan Bali tidak salah arah dengan jawaban benar dalam sensus ekonomi kali ini, “ imbuhnya.

Selain data yang akurat dari pengusaha, wagub juga berpesan kepada BPS agar menentukan indikator yang jelas sehingga data yang dihasilkan akan  benar.

Sementara itu Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho, dalam sambutannya menyampaikan bahwasannya tujuan penjelasan  Sensus Ekonomi kali ini bertujuan untuk mensosialisasikan proses pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 yang akan dilkasanakan.

Adi Nugroho juga menyampaikan sesungguhnya sensus ekonomi yang akan dilakukan merupakan suatu tantangan berat bagi BPS mengingat cakupan sensus sangatlah luas di semua sektor ekonomi kecuali sektor pertanian serta sasaran/ respondennya adalah para pengusaha yang berdasarkan pengalaman terdahulu susah untuk didekati dengan berbagai alasan kesibukan dan sering menghindar.

Untuk itu ia sangat mengharapkan dukungan semua pihak khusuanya para pengusaha agar mendukung penuh sensus ini sehingga data yang kami dapatkan akan benar benar akurat. Ia juga berharap kepada para pimpinan perusahaan untuk segera mempersiapkan data data yang diperlukan untuk pendataan serta dari sektor pemerintah melalui  SKPD terkait agar mendorong para pengusaha untuk memberi data yang otentik.

Dengan adanya dukungan semua pihak, sensus ekonomi 2016 akan memberikan kita gambaran mengenai level dan struktur usaha ekonomi di Indonesia, lapangan pekerjaan yang ada dan informasi skala usaha. (SB-humprov)

Comments

comments