Soal Penutupan Permanen Akasaka | Polda Bali : Masih Terlalu Dini

361
Pintu depan Akasaka, masih dipoliceline (foto ist).

DENPASAR, SULUH BALI – Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri) masih terus melakukan pemeriksaan kepada 4 orang yang diamankan dari hasil penggerebekan terhadap tempat hiburan malam Akasaka yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat pada, Senin (5/6) sore sekitar pukul 15.00 Wita. Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja saat memberikan keterangan kepada wartawan di Denpasar, Selasa (6/6).

Menurutnya, penggerebekan terhadap tempat karoke Akasaka ini berawal ketika Mabes Polri menangani kasus tindak pidana narkoba di Jakarta. Dari pengembangan kaus tersebut didapatlah informasi bahwa kepemilikan barang haram tersebut dikendalikan dari tempat karoke Akasaka yang berada di Denpasar, Bali. “Itu pengembangan kasus yang di Jakarta masalah narkoba ternyata kepemilikan itu berada di Akasaka karaoke. Kemudian tim ke sana (melakukan penggerebekan) dan menemukan barang bukti 19. 000 Extacy,” ujarnya.

Kabid Hengky menjelaskan penangan kasus tindak pidana narkoba yang melibatkan tempat hiburan malam Akasaka dan mengamankan 4 orang seluruhnya diambil alih oleh Bareskrim Mabes Polri. Polda Bali hanya melakukan interogasi awal setelah penggerebekan dan sebelum keempat orang yang diamankan dan barang bukti dibawa ke Jakarta.

Untuk tempat hiburan malam Akasaka hingga saat ini masih dilakukan police line hingga ada pemberitahuan dari Mabes Polri terkait dengan waktu dibuka kembalinya. “(Tempat karoke Akasaka) masih ada police line. Jadi untuk bukanya tergantung dari bareskrim. Nanti kalau bareskrim menyampaikan bahwa olah TKP sudah selesai mungkin bisa dibuka dan menghubungi direktorat narkoba di sini (Polda Bali, red)  untuk membukanya.

Sampai saat ini belum ada rekomendasi dari yang berwajib untuk mencabut ijin usaha tempat hiburan malam Akasaka. Hengky belum bisa memastikan untuk memberikan rekomendasi penutupan permanen tempat hiburan malam Akasaka karena penanganannya masih terlalu dini dan sedang berlangsung.

Sementara itu saat ditanya apakah ada keterlibatan anggota Polri dalam kasus ini, Hengky tidak menampiknya. “Kami (Polda Bali) kurang tahu ya terkait masalah itu (keterlibatan anggota Polri, red), kita lihat saja nanti kalau ada keterlibatan anggota Bareskrim, Propam turun langsung atau Propam Polda dan akan menindaklanjuti,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa tim dari direktorat IV tindak pidana narkoba Mabes Polri dan Polda Bali melakukan penggerebekan terhadap Tempat hiburan malam Akasaka di Jalan Teuku Umar Denpasar Barat pada, Senin (5/6) sore sekitar pukul 15.00 Wita. Dari  penggerebekan tersebut polisi berhasil mengamankan 4 orang tersangka dan barang bukti termasuk manajer pemasaran Akasaka berinisial, Wi. Barang bukti yang berhasi diamankan yakini 19.000 butir ekstasi bernilai Rp 9,5 miliar.

Selain menangkap Wi, petugas Mabes Polri juga mengamankan tiga tersangka lainnya dalam penggerebekan di lantai dasar Diskotek Akasaka sore itu. Mereka masing-masing BL, 50 (asal Perum Puri Suryajaya Sidoarjo, Jawa Timur), DS, 38 (asal kawasan Pluit, Jakarta Utara), dan IS, 48 (asal Padang, Sumatra Barat). Hal tersebut disampaikan Wadir Narkoba Polda Bali, AKBP Sudjarwoko saat memberikan keterangan kepada wartawan di Polda Bali usai kejadian.

Menurutnya, penggerebekan yang dilakukan sore itu berdasarkan hasil pengintaian selama 1 minggu. Dan pada saat penggerebekan, tersangka DS hendak menyerahkan tas kulit slempang warna hitam berisi 19.000 butir ekstasi kepada Wi, sang manajer pemasaran diskotek terbesar di Bali tersebut. Penyerahan tas hitam berisi 19.000 butir ekstasi tersebut disaksikan oleh tersangka berinisial IS dan BL.

“Ada 7 orang personel dari Mabes Polri bersama 5 anggota Polda Bali, yang sejak awal sudah menyanggongi lokasi, langsung melakukan penggerebekan. Keempat tersangka tidak berkutik, karena petugas sudah mengepung mereka dan berhasil mengamankan barang bukti berupa ekstasi,” ujarnya.

Usai mengamankan empat tersangka berikut barang bukti 19.000 butir ekstasi, petugas kemudian mengobok-obok Akasaka. Namun, petugas tidak menemukan barang bukti lainnya. Polisi pun langsung memasang police line di Akasaka.

Sudjarwoko menambahkan keempat tersangka yang diamankan dari Diskotek Akasaka sempat dikeler ke Mapolda Bali, Jalan WR Supratman Denpasar, Senin sore sekitar pukul 17.00 Wita untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian, tadi malam sekitar pukul 20.00 Wita, para tersangka diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa secara intensif di Bareskrim Mabes Polri.

penggerebekan di Diskotek Akasaka kemarin sore merupakan bagian upaya pemberantasan peredaran Narkoba di Bali.“Ini sudah TO kita juga. Dari pengakuan tersangka BL, dia pernah membawa 10.000 butir ekstasi ke Akasaka yang diterima oleh Wi. Ini terjadi dua kali dalam setahun. Nah, baru kali ini kita berhasil mengamankan pelaku,” ujarnya.

dia menambahkan abhwa dari pengakuan awal pelaku di lokasi lokasi TKP, barang haram 19.000 butir ekstasi tersebut berasal dari Jakarta. Barang haram tersebut dibawa langsung oleh tersangka DS melalui jalur darat, menggunakan mobil pribadi. Tersangka asal kawaswan Pluit, Jakarta Utara ini lolos ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana hingga tiba di Diskotek Akasaka, Jumat sore.

Terungkap, barang haram tersebut sengaja dipesan oleh Wi, sang manajer pemasaran, kepada BL selaku pemilik barang di Jakarta. Hanya saja, BL tidak memiliki ekstasi dalam jumlah banyak. Maka, tersangka BL mengubungi rekannya, tersangka IS. Namun, tersangka IS juga tidak memiliki ekstasi sebanyak yang diorder.

Karena itu, tersangka IS kemudian menghubungi sesama pengedar berinisial DS. Nah, tersangka DS selanjutnya memesan ekstasi kepada Acoy, narapidana kasus narkoba yang mendekam di LP Cipinang, Jakarta Timur.

Menurut AKBP Sudjarwoko, 19.000 butir ekstasi yang masuk ke Diskotek Akasaka ini bernilai sekitar Rp 9,5 miliar. “Kali kan saja 19.000 x Rp 500.000,” jelas Wakil Direktur Narkoba Polda Bali ini. Disebutkan, belasan ribu butir ekstasi tersebut dikemas dalam bungkus plastik bening bertuliskan 1.000. Total bungkus plastik yang disita petugas sebanyak 19 buah. “Dugaan sementara, barang ini untuk di-sebarkan di seputaran tempat itu (Akasaka) dan juga wilayah Bali,” ujarnya. (SB-Rio)

 

Comments

comments