SULUHBALI.CO, Amlapura – Karena menduga istrinya dibunuh dengan ilmu “leak”, I Wayan Cerita (53) tega membunuh istri sepupunya Jumat pagi (10/10/2014). Hal ini terungkap saat Wayan Cerita mendatangi langsung Polsek Sidemen, usai melakukan pembunuhan dengan sabit besar saat korban berangkat menuju pasar.

Menurut Cerita pada polisi dirinya merasa dendam pada korban yang bernama Kariasih (38), karena merasa yakin istrinya dibunuh dengan ilmu leak yang dimiliki korban tiga tahun yang lalu. Jadi ketika berpapasan di jalan yang sepi, Cerita pun tak bisa menahan emosinya. Langsung menyabetkan celurit berkali-kali. Setelah korban tumbang, Wayan Cerita yang bekerja sebagai penyadap tuak ini membersihkan sabit, lalu menuju kantor polisi.

Baik korban yang berkerja sebagai pedagang warung di rumahnya, maupun pelaku sama-sama berasal dari desa Lokasari, Sidemen – Karangasem.

Korban yang ditinggal pelaku dengan usus terburai, akhirnya ditemukan oleh dua siswa yang sedang dalam perjalanan menuju sekolah. Peristiwa ini kemudian membuat gempar warga di Sidemen.

Forensik  RS Sanglah
Tim Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Bali, menemukan sebanyak 15 luka tusuk saat dilakukan autopsi pada tubuh jenazah wanita korban.

“Kami melakukan autopsi jenazah korban yang diketahui warga Desa Loka Sari, Kecamatan Sidemen, Karangasem, saat dikirim oleh polisi,” kata Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit di Denpasar, Jumat (10/10/2014).

Ia menuturkan bahwa jenazah wanita tersebut ditemukan pada pukul 06.30 Wita. Kemudian dari petugas kepolisian Karangasem baru mengirim ke IKJ RSUP Sanglah pukul 12.30 Wita.

Dari hasil pemeriksaan luar dan autopsi ditemukan sebanyak 15 luka-luka pada tubuh korban baik luka akibat benda tumpul dan sabetan benda tajam.

“Sebagian besar luka tersebut merupakan luka tusuk akibat sabetan senjata tajam,” ujarnya.

Putu Alit menuturkan dari 15 luka tusuk, tersebut lima diantaranya yang mengakibatkan kematian korban yakni pada bagian perut kanan yang menembus hati, luka perut bagian depan, pada bagian leher yang mengenai tulang iga, pembuluh darah dan punggung kiri maupun kanan.

“Dari hasil pemeriksaan tubuh jenazah diperkirakan meninggal kurang dari delapan jam sebelum menghembuskan nafas terakhir dan korban sempat melakukan perlawanan,” ujarnya.

Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya tanda luka pada bagian jari tangan kanan akibat benda tajam. “Dari luka sayatan dijari tangan kanan dipastikan korban sempat melakukan perlawanan,” katanya.

Ia menambahkan setelah dilakukan autopsi jenazah langsung diambil pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka. “Jenazah sudah diambil pihak keluarga usai otopsi tadi,” ujar Putu Alit. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.