SNSB Warnai Musik Bali Dengan Genre Punkrock

203

SULUH BALI, Tabanan – Awal mula terbentuk tahun 2012,  tapi sebelumnya mereka sudah sempat ngeband bareng. Akhirnya, di tahun 2012 mereka bertemu kembali dan reunion.

Alhasil, mereka pun sepakat untuk membentuk band bernama Satu Nusa Satu Bangsa. Genre punk rock menjadi benang merah mereka di musik karena dipangaruhi oleh Blink, Green Day,  Bad Relegion, NOFX dan lainnya.

Kami ingin band dari beda genre pun bisa berkumpul menjadi satu tanpa ada membedakan satu sama lainnya. Karena kami memegang visi kebersamaan dan saling support terhadap satu sama lain band di Bali.

Seperti juga filosofi negara Indonesia yang beragam suku, ras, dan agama tetapi tetap menjadi satu kesatuan di bawah Negara Republik Indonesia.

Begitulah SNSB yang ingin menjadi kebersamaan dalam perbedaan sehingga mampu membentengi belantika musik indie Bali.

Mereka pun semakin serius di jalur punk rock. Berbagai panggung musik pernah dijajalnya baik acara komunitas, cloting , pensi dan lainnya.

Keseriusannya ini pun pada akhirnya membuat mereka ingin menelurkan album. Tepat pada akhir 2014 mereka memasuki dapur rekaman di Mus Studio dengan sound engineer Made Urip.  Tak memerlukan waktu lama, mereka menuntaskan penggarapan album tersebut.

Band yang dinaungi oleh Boy (vokal, gitar), Lionk (bas, back vokal), Adik (drum) Akhirnya, Sabtu (4/4) mereka akan melaunching album terbaru berjudul Mimpi Bersama di Lazer Studio, Penatahan, Penebel, Bali.

Mini album ini berisi lima lagu, di antaranya Mimpi Bersama, Sebuah Misteri, Maafkan Ibu, Tinggalkan Perbedaan, dan Radio.

Tema album ini juga mengusung misi kebersamaan dalam perbedaan. Mini album ini sudah beredar di distro-distro terdekat di Bali. (SB)

Comments

comments