Siwaratri, Malam Gelap Perenungan Siwa

52

SULUH BALI, Denpasar – Purwani tilem sasih kapitu atau sehari sebelum tilem (bulan mati) kepitu disebutkan sebagai malam paling gelap sepanjang tahun. Hari yang disucikan umat Hindu sebagai yoganya Dewa Siwa.

Siwaratri selalu berkaitan dengan kisah cerita Lubdaka. Seorang pemburu yang diselamatkan oleh kasih Siwa karena telah memfokuskan diri pada Siwa. Meskipun sebagai pemburu namun pada malam itu memetik bila dan begadang semalam suntuk di atas linggam Siwa sehingga dianugerahi perlindungan.

Kisah ini lebih pada bagaiman manusia mencari cahaya perlingungan kesadaran Siwa. Melalui perenungan khusuk dan memfokuskan diri pada Siwa sehingga kesadaran siwa memberikan kesadaran untuk melebur segala kepapaan menuju pada sifat-sifat kebajikan.

Malam Siwaratri merupakan malam perenungan kesadaran Siwa. Kesadaran untuk melebur segala kesalahan-kesalahan untuk kemudian menuju pada cahaya kebenaran Siwa.

Siwa sebagai mahakasih menghampuni setiap manusia yang memiliki keinginan dan kemauan untuk menumbuhkan sifat kebajikan dan melebur segala macam pikiran dan perbuatan buruk.

Dalam pemujaan kepada Siwa semalam suntuk, dilakukan juga brata Siwaratri dengan melakukan monobrata (tidak berbicara), jagra (begadang semalam suntuk) dan upawasa (berpuasa tidak makan atau tidak minum). (SB-Skb)

 

Comments

comments