Sintia Mirip “Engeline” | Segera Dapat Bedah Rumah Bali Mandara

139

Karo HumasBali I Dewa Gede Mahendra Putra bersama keluarga Sintia di Bangli (foto hum/bali).

SULUH BALI, Netizen akhir-akhir ini dikejutkan dengan kemunculan foto Sintia Diana Wati (5) di media sosial, yang rupanya diduga mirip mendiang korban pembunuhan “Engeline” di jalan Sedap Malam, Denpasar.

Keberadaan keluarga Sintia mendapat perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika, yang kemudian menugaskan Karo Humas Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra menyerahkan bantuan respon cepat berupa 50 kg beras dan uang tunai kepada keluarga Sudika (24) di di Dusun Penaga, Desa Landih, Kabupaten Bangli, Minggu (5/7).
.
Gubernur Pastika berharap bantuan tahap awal ini dapat meringankan beban keluarga yang menggantungkan hidup dari pande besi ini. Bantuan tahap selanjutnya akan dikaji dan dikoordinasikan lebih lanjut dengan SKPD terkait.

Untuk bantuan bedah rumah yang merupakan program Bali Mandara, kebetulan keluarga ini telah terdaftar dalam program Desa Landih. Kades Landih Ketut Sudana yang ditemui di lokasi menyebut, bedah rumah untuk keluarga Sudika akan terealisasi bulan ini. Sedangkan untuk pendidikan, putri sulung Sudika yang tahun ini memasuki usia PAUD, Kades Landih menyarankan agar Sintia disekolahkan pada sekolah terdekat.

Terkait dengan respon aparat desa, Karo Humas Dewa Mahendra menyampaikan apresiasi dan terima kasih. Menurutnya, sinergi seluruh komponen sangat diperlukan dalam mempercepat upaya penuntasan angka kemiskinan.

Dalam kesempatan itu, Dewa Mahendra kembali menggugah kepedulian masyarakat untuk mengulurkan bantuan bagi mereka yang masih kekurangan. Menyitir ungkapan Gubernur Pastika, Karo Humas menyebut bahwa membantu orang miskin adalah bagian dari manusa yadnya. Masyarakat, khususnya umat hindu diminta tak hanya memaknai manusa yadnya dalam arti sempit seperti upacara tiga bulanan, otonan dan mesangih. “Membantu orang miskin, menolong orang sakit, itu juga manusa yadnya,” imbuhnya.

Selanjutnya, Dewa Mahendra menyampaikan terima kasih kepada awak media yang gencar memberitakan keberadaan warga kurang mampu. Menurut dia, hal ini sangat membantu pemerintah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan. Aparat desa diminta tak alergi dengan pemberitaan media yang mengangkat keberadaan warga miskin di wilayah mereka. Sebaliknya, aparat justru harus berterima kasih dan memanfaatkan peran media untuk mengatasi persoalan kemiskinan di wilayahnya. “Dengan diberitakan kan banyak yang membantu.” (SB-hum)

Comments

comments