Sekjen Laskar Bali I Ketut Putra Ismaya Jaya (kiri) bersalaman dengan Sekretaris Umum Baladika Bali I Ketut Sukarta usai melakukan perdamaian di Polda Bali, Bulan Desember 2015. (foto Rk).
Back

1. Hanya Mendengar Kabar

SULUH BALI, Denpasar — Keterangan saksi Ketut Ismaya dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis, membenarkan telah meminta 14 terdakwa terkait bentrok ormas di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali, pada 17 Desember 2015, untuk menyerahkan diri ke polisi.

Dalam sidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Wayan Kisada, saksi Ketut Ismaya selaku Sekertaris Jenderal Laskar Bali mengatakan, upaya ini dilakukan agar terdakwa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Saya mengimbau anggota yang melakukan penebasan di Jalan Teuku Umar saat bentrok untuk menyerahkan diri ke Polresta dan mereka menyerahkan diri ke polisi tiga hari setelah kejadian bentrok itu,” ujarnya.

Pihaknya mengaku, hanya mendengar kabar bahwa terjadi bentrok di Jalan Teuku Umar yang memakan dua korban meninggal dunia. Namun, tidak mengetahui secara pasti siapa korban yang meninggal.

Dari 14 terdakwa yang disidangkan, saksi Ismaya hanya memberikan kesaksian untuk terdakwa Nanang Najib yang diduga melakukan penebasan terhadap korban.

Sedangkan, 13 terdakwa lainnya disidangkan dalam berkas terpisah dengan Jaksa Penuntut Umum yang berbeda-beda.

“Terdakwa Nanang Najib mengaku yang telah menebas seseorang di Jalan Teuku Umar dengan menggunakan parang,” ujarnya. Pihaknya mengatakan, juga mendengar kabar bahwa bentrokan kedua ormas itu terjadi, karena mendengar kabar bahwa adanya bentrok yang terjadi di dalam Lapas Kerobokan dan berembet bentrok di TKP Jalan Simpang Ampek dan Jalan Teuku Umar.

Back