Seram, Leak Pemoroan Ternyata Ciptakan Cetik

940
Ilustrasi

SULUH BALI, Denpasar – Cetik sebagai racun niskala di Bali sangat berkaitan dengan leak. Dikatakan oleh Dr. Jero Mangku Ngurah Gede Subagia, SH, M.Fil.H leak lah yang membuat dan menggunakan cetik itu.

“Cetik tidak bisa dipisahkan dengan leak,” ungkapnya pada Seminar Regional Fakultas Brahma Widya IHDN Denpasar bertajuk Eksistensi Cetik di Era Modern (Lokal Religius Bali), di Aula IHDN, Rabu (19/4/2017).

Dijelaskan leak merupakan penggerak kekuatan dari cetik sehingga cetik itu menjadi sakti dan memiliki jiwa yang mampu membangkitkan racun sekala-niskala, “tanpa leak cetik tidak akan bisa hidup,” kata Jero Mangku Subagia.

Dikaitkan dengan leak, Jro Mangku menjelaskan cetik diciptakan dan dibangkitkan oleh kekuatan leak pemoroan dengan aneluh trangjana dan sesawangan yang tujuannya adalah menyakiti orang lain atau ngiwa.

Sementara leak yang menjalankan pengobatannya adalah leak sari sebagai usadanya. Leak ini memiliki tujuan yang baik atau dikenal dengan ilmu penengen.

“Leak sari meutama kedharman, usada, dharma usada. Pemoroan yang menyakiti dan membuat cetik,” ungkap Jero Mangku.

Proses pembuatan cetik dilakukan dengan proses memohon anugerah Bhatari Durga. Dengan proses bertapa bahkan berisi Pasupati dan ngerehin.

Namun demikian, adanya ilmu cetik yang sejak dahulu telah ad menurutnya sesungguhnya sangat baik ketika digunakan dengan benar. Ia mencontohkan saat para pejuang yang mengalahkan penjajah yang saat itu menggunakan ilmu cetik untuk melumpuhkan lawannya. (SB-Skb)

Comments

comments