Seram! Begini Cara “Ngundang Leak” dalam Pertunjukan Calonarang

797
Ilustrasi

SULUH BALI, Denpasar – Praktisi dramatari Calonarang, I Komang Indra Wirawan, S.Sn, M.Fil.H membuka tabir pengundangan pada pertunjukan seni calonarang. Ketua yayasan Gases Bali ini menyebutkan ada ketentuan yang benar untuk diucapkan khususnya pada saat ngundang leak pada adegan yang menunjukan bangke matah.

Ia mengatakan saat ngundang leak tidak asal mengucapkan saja, namun harus mengundang aji wegig atau jenis-jenis ilmu hitam, “sehananing anesti aneluh anerangjana, mai nyen teka amah bangkene (semua yang memiliki kesaktian anesti, aneluh, anerangjana, kesini datang makan bangke ini),” kata pria yang akrab dipanggil Komang Gases pada Seminar Agama dan Budaya Peradah DPK Denpasarbertajuk ” Mengupas Misteri Ilmu Kebatinan Dalam Kearifan Lokal Bali”, Sabtu (18/2/2017).

Komang Gases menambahkan pengundangan yang menyebutkan dharmaning pewecian, dharmaning pangleakan adalah keliru, mengingat kata dharma sudah mengarah pengleakan ngisep sari sebagai pengleakan tertinggi yang sudah menjalankan dharma (kebenaran).

Dharmaning pengleakan sube ngisep sari de gulgule bin (dharmaning pengleakan sudah ngisep sari jangan diganggu lagi),” kata akademisi IKIP PGRI Bali ini.

Pada pengundangan leak digunakan bahasa leak untuk mendatangkan, namun ia mengaku pantang untuk mengucapkannya pada saat pertunjukan karena terkait dengan kode etik yang aja wera, “Napi ngeranayang tiyang nenten ngundang nganggen bahasa leak, nike pingit akna ile-ile dahat (kenapa yang menyebabkan saya tidak mengundang dengan bahasa leak, itu ilmu pingit ile-ileh dahat),” jelasnya.

Menyiasati itu, ada bebanten atau upakara yang digunakan dan dihaturkan sebelum dimulainya pementasan Calonarang.

Pertama, sebelum calonarang dimulai pada saat sandikala (pertemuan siang dan malam) atau sore hari terlebih dahulu dihaturkan kawas sari dan kawas daun yang lokasinya di peteluan (pertigaan), perempatan, beringin dan setra. Menurut Komang Gases upakara ini secara langsung sebagai sarana surat  pengundangan leak.

Kedua, di kalangan atau panggung tempat pementasan dengan menghaturkan banten sesuai dengan sepatutnya, menurutnya sebagai etika dalam pementasan. Banten yang dihaturkan itulah dikatakan sebagai pengundangan yang meskipun tidak diundang dengan bahasaleak, mereka akan datang di tempat pementasan calonarang. (SB-Skb)

Comments

comments