Senin, Batas Waktu Bongkar “Prostitusi Malvinas” Pelabuhan Celukan Bawang

552

SULUH BALI, Singaraja — Wakil Bupati Buleleng, Bali, I Nyoman Sutjidra mengancam menindak tegas areal prostitusi berupa warung remang-remang Malvinas di areal Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak.

“Tindakan tegas perlu dilakukan karena sebelumnya sudah gencar berbagai upaya sosialisasi di wilayah itu,” kata I Nyoman Sutjidra di Singaraja, Sabtu (26/12/2015).

Ia memaparkan, saat ini sudah ada kesadaran dari pemilik warung remang-remang segera membongkar lapak-lapak mereka, sebelum Senin (28/12) mendatang.

“Jika pembongkaran tidak dilakukan hingga Senin (28/12) mendatang, maka Tim Yustisi akan mengambil alih untuk membongkar sejumlah warung-warung di Kawasan Malvinas, dan sekarang ini lapak-lapak pada warung itu dibongkar sendiri oleh pemiliknya,” katanya.

Untuk membuktikan keseriusan pemilik warung membongkar lapak-lapaknya itu di Kawasan Malvinas, akhirnya Kapolsek Kawasan Laut Pelabuhan Celukan Bawang, AKP. Ketut Adyana TJ, langsung melakukan pemantauan di Kawasan Malvinas.

Adnyana mengungkapkan, sejumlah bangunan memang mulai terlihat dibongkar oleh pemiliknya dan upaya pembersihan yang dilakukan sendiri itu hingga diberikan batas waktu.

“Dengan pendekatan kemanusian dan kekeluargaan, akhirnya warung remang remang di kawasan pelabuhan Celukan Bawang dengan sadar dibongkar oleh pemilik warung dan tidak lagi menyiapkan PSK. Semoga wilayah hukum kami benar benar bersih dari PSK untuk bisa menyelamatkan generasi muda dari penyebaran virus HIV AIDS,” jelas Adnyana TJ.

Sebelumnya, Tim Yustisi bersama Jajaran Kepolisian sempat melakukan penertiban secara bertahap di Kawasan Malvinas, bahkan beberapa Pekerja Seks Komersil (PSK) berhasil diamankan dalam setiap pelaksanaan penertiban.

Sehingga, kawasan yang tidak jauh dari Pelabuhan Celukan Bawang diduga kuat merupakan lokasi praktek prostitusi, dan Pemkab Buleleng meminta untuk segera dibongkar, bahkan dalam beberapa penertiban yang dilakukan diketahui ada dua PSK positif terhidap HIV/AIDS dan dipulangkan secara paksa ke daerahnya di Jawa Timur. (SB-ant)

Comments

comments