Seniman Otodidak Pameran di BBB

125

Nyoman Tanjung dan hasil karyanya (foto hum.BBB).

SULUH BALI, Gianyar –– Bentara Budaya Bali (BBB), lembaga kebudayaan nirlaba Kompas-Gramedia di Ketewel, Kabupaten Gianyar akan menggelar pameran dua perupa “art brut Indonesia” yakni Dwi Putro dan Ni Nyoman Tanjung, selama seminggu, 21-27Desember 2014.

“Pameran menjelang penghujung tahun 2014 mempertemukan sekaligus mempertautkan fenomena dua seniman otodidak,” kata penanggung jawab pameran tersebut Putu Aryastawa di Denpasar, Kamis.

Ia mengatakan, Dwi Putro yang lebih akrab disapa Pak Wi, serta Ni Nyoman Tanjung yang melalui fenomena bawah sadarnya dianggap kuasa melahirkan karya-karya seni yang orisinil mempribadi sekaligus kontemporer.

Karya-karya Ni Nyoman Tanjung dan Pak Wi boleh dikata mengejutkan masyarakat seni rupa Indonesia. Mereka berdua, di tengah segala keterbatasannya, sanggup secara terus menerus menghasilkan lukisan-lukisan dan karya-karya tiga dimensi.Karya Dwi Putro_3

“Terasa pula dalam karya-karyanya menyimpan kedalaman emosional dan psikologis tertentu layaknya seniman umumnya yang telah tersohor atau memiliki capaian terpujikan,” ujar Putu Aryastawa.

Sebagai kurator pameran tersebut George Breguet, Made Budhiana dan Jean Couteau.

Selain menghadirkan karya-karya dua dimensi Dwi Putro dan Ni Tanjung, acara dimaknai pula pemutaran video dokumenter mengenai kedua perupa itu, sekaligus dialog yang memperbincangkan posisi seniman outsider dalam kancah seni rupa Indonesia dan dunia.

Memeriahkan pameran “outsider art” itu akan tampil pula Orkes Keroncong Remaja Dewata Wirama Sisin Carik, menghadirkan tembang-tembang lokal, lagu-lagu berbahasa Bali.

Penampilan jenis hiburan itu juga bermuatan pesan akan keelokan alam budaya Pulau Dewata yang tersohor hingga ke mancanegara. Orkes keroncong dipimpin oleh Krisna Putra, terdiri dari Ketut Piano (bass), Ketut Kerok (melody), Putu Dika (cuk), Guntur Aditya (Cak), Komang Setiyaji (cello), Puja (biola) dan Bli Jo (flute).

Pentas keroncong kali ini juga menjadi bagian dari jelang tutup tahun 2014 di Bentara Budaya Bali (BBB). (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.