Sengap | “Maan 50 Juta Rupiah, Sing Dadi Ape”

6205

SULUH BALI, Tabanan – Sengap buka kartu, penghasilannya dari job manggung sebagai seniman per bulannya bisa sampai Rp 50 juta. Tapi dirinya ngaku tidak ada menyisakan tabungan. “Honor hasil manggung per bulan bisa 30 sampai 50 juta rupiah. Tapi tetap saja habis, sing dadi ape…sing taen ngelah tabungan. Saya sendiri juga heran. Timpal-timpal mase heran. Maan bedik, maan liu jeg patuh dogen puk,” terang Sengap, seniman lawak yang kini sedang laris dan sangat populer ini.

Ditemui usai mengisi acara yang dihadiri Bupati Tabanan, Eka Wiryastuti dan anggota DPRD Tabanan di Desa Timpag, Minggu (19/7/2015), ia merasa dan ngaku bersyukur selalu dapat job manggung bahkan banyak tawaran yang terpaksa ditolaknya, karena padatnya jadwal dan permintaan untuk manggung. “Sehari bisa 3 kali manggung. Bahkan kalau tidak dibatasi bisa lebih dari 3 kali. Saya khawatir, saya tidak dapat istirahata, makanya sekarang saya batasi agar dapat istirahat dan tidur,” ujar laki-laki asal Banjar Jakatebel, Tangguntiti, Selemadeg, Tabanan ini.

Jebolan Pascasarjana IHDN Denpasar ini juga mengakui kadang dirinya tidak tega menolak permintaan manggung, apalagi permintaan itu datang dari sahabat dan manggung di Pura/Kahyangan. “Terus terang saya kadang tidak bisa menolak, kalau diminta manggung untuk kepentingan acara di Pura atau Kahyangan. Karena bagaimanapun, rejeki yang saya dapat seperti sekarang ini tidak lepas dari swecan Ida Sang Hyang Widhi. Saya yakin itu. Untuk tampil di Pura atau Kahyangan saya juga tidak berani matok honor harus sekian. Sebagaian saya anggap sebagai punia,” ungkap laki-laki yang punya nama lengkap Nengah Ardika ini.

Laris dan banyaknya permintaan manggung untuk Sengap, terbukti di sela-sela obrolan saat bersama-sama menyantap nasi be guling di pasar Desa Timpag, tangan kanannya sibuk mengambil nasi be guling, tangan kirinya berkali-kali juga sibuk mengangkat handphone jadul terima telpon order manggung. “…ampurayang nggih tanggal nike tiyang sampun wenten ngisi acara. Padahal tiyang dot san manggung drike pak, soalne tiyang dereng naenin manggung drike.  Nggih ampura manten pak, rahajeng Hari Raya Galungan nggih..” terdengar kalimat dari mulut Sengap sambil menyantap nasi be guling. (SB-Raka)

Comments

comments