Sempat Ribut di Karaoke, Sopir Travel Ditemukan Tewas

82

SULUHBALI.CO, Singaraja – Seorang sopir travel ditemukan tidak bernyawa di depan Hotel Gran Surya, Seririt, Selasa (02/09) dinihari sekitar pukul 04.00 wita. Dari hasil identifikasi pihak Kepolisian, ternyata korban itu Putu Swastika alias Lalut (34), warga Dusun Tengah, Desa/ Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali.

Lalut ditemukan tergeletak tak bernyawa dengan sejumlah luka di bagian kepala dan kaki, yang selanjutnya diinformasikan kepada security Hotel Gran Surya. Mendapat pemberitahuan yang mengejutkan itu, secrurity hotel langsung berinisiatif melaporkannya ke Polsek Seririt.

Diduga kematian korban akibat lakalantas dengan modus tabrak lari. Sementara informasi yang dihimpun suluhbali.co menyebutkan, sebelum korban ditemukan meninggal dunia, ia bersama adiknya bernama Ketut Swastawan (20), pamit kepada orang tuanya Wayan Suartha (48), bermaksud ke tempat hiburan malam. Mereka berdua kemudian memilih tempat hiburan malam yang berlokasi di belakang Hotel Gran Surya. ”Saya keluar bersama kakak dari di tempat itu pukul 03.00 wita,” tutur Swastawan.

Namun, kata Swastawan, sebelumnya sempat adu mulut dengan salah satu pengunjung karena cara joged kakaknya dianggap berlebihan. ”Saya kira sudah tidak ada masalah dan tiba-tiba di tempat parkiran datang enam orang dengan membawa samurai. Salah satu diantaranya memukul dada saya,” ceritar Swastawan yang mengaku bekerja sebagai security di Kuta, Badung ini.

Akibat kejadian itu, korban pulang mengantar dirinya ke rumah di Dusun Tengah, Desa Busungbiu. ”Kakak saya balik lagi ke tempat semula setelah mengantar saya dan dua jam setelah itu saya mendapat kabar kakak saya meninggal,” ungkapnya.

Saat mayat korban ditemukan, mobil Avanza DK-854-AM yang dibawa korban terparkir di seberang jalan dari TKP dalam kondisi dua ban kempes dan tidak mengalami kerusakan. Sedangkan di sekitar TKP terdapat sejumlah serpihan kaca serta satu tiang baliho milik Hotel Gran Surya patah serta balihonya terjatuh .

Hasil olah TKP kepolisian menyebutkan, peristiwa itu tersebut tabrak lari. Dan dari hasil penyelidikan, polisi menemukan sepeda motor warna merah merk Suzuki dengan plat nomor P-5285-ES terpakir di belakang Hotel Gran Surya. Motor yang belum diketahui pemiliknya tersebut dalam kondisi lampu depan pecah, terdapat percikan darah dan potongan rambut. Namun versi lain menyebutkan bahwa korban diduga dibunuh akibat perselisihan di tempat hiburan tersebut.

Menurut orang tua korban, Wayan Suartha, anak pertamanya tersebut sehari-hari berprofesi sebagai sopir travel di Denpasar. ”Dia yang akrab dipanggil Lalut kebetulan pulang karena ada upacara dan malamnya pamit untuk keluar bersama adiknya, Suwastawan,” papar Suartha.

Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Riza Faisal ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Untuk kesimpulan sementara, menurut dia, peristiwa yang merenggut nyawa tersebut merupakan peristiwa lakalantas. ”Itu sepertinya tabrak lari dan sepeda motor pelaku telah ditemukan,” ungkapnya sembari menambahkan, jajaran Kepolisian Resor Buleleng masih mengembangkan kasus tersebut, termasuk mencaru pelakunya,” ungkap Riza Feisal. (SB~TY).—

 

Comments

comments

Comments are closed.