SULUHBALI.CO, Denpasar – Gamelan semara pagulingan Mekar Bhuana Kertalangu diperkirakan muncul di Klungkung pada jaman kerajaan Gelgel pada abad ke 17 dan difungsikan untuk mengiringi raja saat tidur atau bersantai – santai dengan keluarga.

Hal ini terdengar dari suara instrument dan nada yang sangat merdu dan halus. Di Bali terdapat tiga jenis semara pagulingan : saih lima, nem dan pitu yang sebagian besar gendingnya berasal dari pengambuhan.

Perangkat gamelan semara pagulingan Mekar Bhuana merupakan perangkat antik dan kuno terlengkap yang dimiliki secara pribadi, dan merupakan hasil kontruksi berdasarkan peneletian selama 15 tahun. Penggunaan pelarasan yang  kuno dan instrumentasinya menciptakan suasana yang akan mengingatkan pendengarannya terhadap music pada jaman yang hampir dilupakan dalam sejarah musik. (SB-Gustiar)

Comments

comments

Comments are closed.