Selamat Datang Uang NKRI

163
Presiden Jokowi saat peluncuran desain uang baru Rupiah di Jakarta (foto humas Bali).
Back

1. Negara Kesatuan Republik Indonesia

SULUH BALI, Jakarta — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengeluaran dan pengedaran 11 pecahan uang rupiah tahun emisi 2016 atau yang sering disebut-sebut sebagai Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Senin di Gedung Bank Indonesia (BI) Jakarta.

Peresmian pengeluaran dan pengedaran uang itu sekaligus menandai bahwa 11 pecahan uang tersebut mulai berlaku, dikeluarkan dan diedarkan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menjelaskan kesebelas uang rupiah tahun emisi 2016 terdiri atas tujuh pecahan uang kertas dan dan empat pecahan uang logam.

Uang rupiah kertas terdiri atas pecahan Rp100.000 tahun emisi 2016, Rp50.000 tahun emisi 2016, Rp20.000 tahun emisi 2016, Rp10.000 tahun emisi 2016, Rp5.000 tahun emisi 2016, Rp2.000 tahun emisi 2016 dan Rp1.000 tahun emisi 2016.

Sementara itu untuk uang rupiah logam terdiri atas pecahan Rp1.000 tahun emisi 2016, Rp500 tahun emisi 2016, Rp200 tahun emisi 2016 dan Rp100 tahun emisi 2016.

Peresmian pengeluaran dan pengedaran Uang NKRI pada Senin bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara. Sejalan dengan semangat bela negara, uang rupiah tahun emisi 2016 menampilkan 12 gambar pahlawan nasional sebagai gambar utama di bagian depan uang Rupiah.

Pencantuman gambar pahlawan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas jasa yang telah diberikan bagi negara Indonesia. Selain itu, semangat kepahlawanan dan nilai-nilai patriotisme para pahlawan nasional diharapkan dapat menjadi teladan, khususnya bagi generasi muda Indonesia.

Selain itu untuk lebih memperkenalkan keragaman seni, budaya, dan kekayaan alam Indonesia, uang rupiah kertas menampilkan pula gambar tari nusantara dan pemandangan alam dari berbagai daerah di Indonesia. Keragaman dan keunikan alam dan budaya yang ditampilkan dalam uang rupiah diharapkan dapat semakin membangkitkan kecintaan terhadap Tanah Air Indonesia.

Tirta Segara menyebutkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang (UU Mata Uang), rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI. Rupiah merupakan salah satu simbol kedaulatan negara yang wajib dihormati dan dibanggakan oleh seluruh warga negara Indonesia.

Dengan demikian, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan uang Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah NKRI termasuk di daerah terpencil dan daerah terluar Indonesia. Penghargaan warga negara Indonesia pada mata uangnya sendiri diharapkan semakin mendorong berdaulatnya rupiah di negeri sendiri.

Pengeluaran dan pengedaran uang rupiah tahun emisi 2016 pun merupakan salah satu pelaksanaan amanat UU Mata Uang. Sesuai undang-undang, persiapan pengeluaran uang rupiah tahun 2016 telah dilaksanakan oleh BI berkoordinasi dengan pemerintah. Sebagai tindak lanjut dari koordinasi tersebut, pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 tanggal 5 September 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional Sebagai Gambar Utama Pada Bagian Depan Uang Rupiah Kertas dan Rupiah Logam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Back