Segera XL Akuisisi Axis

323

SULUHBALI.CO , Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Informatika pada prinsipnya merestui PT XL Axiata Tbk untuk mengakuisisi saham PT Axis Telekom Indonesia (Axis).

“Hari ini kami sudah menerima surat dari Kemekominfo yang secara prinsip menyetujui rencana bisnis XL Axiata untuk mengakuisisi Axis,” kata Presiden Direktur XL Axiata, Hasnul Suhaimi, di sela acara buka puasa bersama dengan jurnalis, di Gedung XL, Jakarta, Jumat (26/7).

Menurut Hasnul, pihaknya sangat mengapresiasi langkah strategis dari regulator dan berharap dukungan ini menjadi titik awal bagi kemajuan industri telekomunikasi nasional.

“XL memiliki kepentingan jangka panjang dalam perkembangan industri telekomunikasi, dan kami percaya bahwa konsolidasi adalah jalan yang diperlukan untuk menyehatkan industri,” kata Hasnul.

Meski begitu diutarakannya, persetujuan prinsip dari regulator tersebut masih merupakan langkah awal dalam proses akuisisi XL atas Axis.

Selanjutnya XL akan menyiapkan persyaratan dan langkah-langkah yang harus ditempuh termasuk dengan pihak terkait misalnya berkoordinasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan dan termasuk Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Meski begitu Hasnul tidak bersedia merinci detail rencana akuisisi tersebut karena masih pada tahap persetujuan prinsip.

“Masih jauh. Belum banyak yang bisa kami sampaikan kepada publik karena masih harus melalui serangkaian negosiasi. Itupun kalau berjalan mulus. Tunggu saja,” kata Hasnul.

Hasnul juga tidak mau berspekulasi soal pendanaan yang disiapkan XL untuk mengambilalih Axis perusahaan telekomunikasi yang sahamnya dimiliki mayoritas Saudi Telecom Company (STC) itu.

Sebelumnya Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Muhammad Budi Setiawan, mengatakan menghargai niat kedua perusahaan ini untuk melakukan konsolidasi.

“Konsolidasi ini merupakan langkah bagus karena jumlah operator saat ini masih sangat besar,” katanya.

Menurut Budi, iealnya jumlahnya hanya 4 perusahaan, yaitu tiga GSM dan satu CDMA sehingga menjamin kualitas layanan dan terjadinya pembanguan infrastruktur berkelanjutan.

CSPA Sebelumnya beredar kabar, XL dan Axis tengah bersiap melakukan “conditional sales and purchase agreement” (CSPA) atau perjanjian jual beli bersyarat, jika restu dari Kemenkominfo.

Menurut rumor, CSPA antara XL dan Axis sudah disiapkan sejak bulan Juni lalu, namun maju-mundur dalam penandatanganan karena menunggu reaksi dari regulator serta publik.

Pada kesempatan lain, pemilik saham mayoritas Axis, STC dalam laporannya ke bursa saham mengakui tengah terlibat negosiasi untuk melepas kepemilikan di Axis.

STC memiliki saham langsung di Axis sebesar 80,1 persen, dan tak langsung 3,725 persen.

Aksi pelepasan saham ini menjadikan STC harus menghitung ulang net aset yang dimilikinya dan diperkirakan ada kerugian sekitar Rp1,9 triliun.

Nilai pasar Axis sendiri diprediksi 1 miliar dolar AS, atau setara Rp9,8 triliun. Sementara saham STC diperkirakan bernilai 880 juta dolar AS atau setara Rp8,6 triliun.

Pada 2012 operator ini berhasil mendapatkan pendapatan sekitar Rp2,388 triliun alias tumbuh 70 persen dibandingkan 2011 sebesar Rp 1,4 triliun. Saat ini pelanggan yang dimiliki Axis sekitar 17 juta nomor dilayani 9.700 BTS. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.