Sebagai Lembaga, DPRD Bali Belum Ada Tuntut Kenaikan Gaji

102

Anggota DPRD Bali, dari kiri  Sugawa Korry, Wayan Adnyana dan Wayan Kari Subali (foto Ijo)

SULUHBALI.CO – Denpasar – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali mengeluhkan besaran gaji yang mereka terima masih dianggap sangat rendah dengan alasan biaya hidup di Bali terbilang cukup tinggi.

Namun, wakil pimpinan sementara DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry mengatakan memang ada sejumlah anggota Dewan yang menyuarakan agar ada peningkatan gaji.

“Secara lembaga pihaknya belum ada menuntut kenaikan gaji anggota Dewan, karena gaji yang diterima semua berdasarkan peraturan. Saya tidak ada menuntut kenaikan gaji anggota Dewan. Karena gaji yang diterima dalam sebulan mencapai Rp 24 juta sudah ada aturan,” ungkapnya, Jumat (12/09/2014).

Gaji yang diterima selama ini untuk hidup standar dirasa sudah cukup. Tetapi kalau memang kebutuhan melebih gaji diterima dalam pola kehidupan pasti akan kurang. Menurut dia, soal gaji yang diterima selama ini dirasa cukup sesuai dengan peraturan yang ada. Baik gaji pokok, perjalanan dinas dan tunjangan lainnya.

“Oleh karena gaji tersebut harus dimanfaatkan dan syukur. gaji yang selama ini diterima, kita sebagai wakil rakyat harus semangat memperjuangkan aspirasi rakyat. Kita sudah tahu apa tujuan dari anggota dewan dan juga konsekuensi menjadi wakil rakyat,” ucapnya.

Lain pula yang diungkapkan dengan Wayan Kari Subali yang mengaku selama menjabat sebagai anggota Dewan pada periode lalu tak pernah sampai hingga kekeluarga, gaji tersebut habis untuk kepentingan menghadiri undangan dan membantu warga yang memerlukan dana, seperti upacara adat maupun ada warga yang menderita sakit.

“Kalau boleh saya belajar jujur, gaji saya pribadi selama menjadi anggota Dewan hampir tidak menerima gaji untuk keperluan keluarga. Karena ada saja masyarakat yang minta dana untuk kepentingan adat maupun ada warga yang sakit. Semua itu saya ikhlaskan saja. Tapi untuk kepentingan keluarga saya hidupi dari hasil wiraswasta selama ini,” ucapnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Adi, pada Kamis (11/9) mengatakan bahwa kenaikan jatah bulanan tersebut dipandang penting karena selama ini pendapatan para anggota Dewan hanya jalan di tempat. (Sb-IJO)

Comments

comments