Satu Napi Tewas dan Satu Di Rawat Intensif Akibat Perkelahian

110

Salah satu napi yang menjalani perawatan Intensif . |foto-ijo|

 

SULUH BALI, Denpasar – Dua orang nara pidana  Lapas Kerobokan, Rabu (13/05/2015) Andre dan Herman harus dilarikan ke RSUP Sanglah dengan menggunakan ambulan milik Lapas Kerobokan sekitar pukul 16.00 wita tiba di ruang IGD RSUP Sanglah.

Namun nyawa Herman tidak dapat diselamatkan akibat luka tusukan senjata tajam dan meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit, sedangkan Andri hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di IGD Rumah Sakit Sanglah.

Kedua napi tersebut terlibat bentrok dengan salah seorang napi yang berada di Blok I. Kejadian tersebut bermula,satu minggu yang lalu pelaku yang berinisial S dituduh oleh gondrong teman satu blok I bahwa yang bersangkutan dibilang sebagai spion/mata-mata. Setelah itu pada hari Rabu tgl 13 Mei 2015 sekira pkl 15.00 wita saat itu pelaku sedak asik main gitar di klinik Lapas Kelas II A Denpasar.

Namun, pelaku terus ingat dengan omongan Gondrong yang mengatakan dirinya sebagai spion, kemudian pelaku kembali ke blok dan disuruh tidur oleh Kepala blok, lantaran pelaku masih tetap teringat kata-kata Gondrong, selanjutnya pelaku mengambil pisau yang sudah sebulan berada di kamar sebelah pojok pojok atas pintu.

Karena masih jengkel tudingan Gondrong kepada pelaku, kemudian pelaku mengamuk di dalam sel. Melihat hal tersebut Herman dan Andri berniat untuk menghalang-halangi pelaku sambil tetap mengingatkan pelaku untuk sadar, namun pelaku tetap menusuk secara membabi buta dan mengenai Herman dan Andri.

Mengetahui kejadian tersebut selanjutnya teman-teman korban beramai-ramai berdatangan dan melarikan pelaku ke Ka KPLP dan kedua korban dibawa ke klinik Lapas selanjutnya kedua korban dibawa ke RS Sanglah oleh Ambulance Lapas Kerobokan.

Kapolres Badung, AKBP Tony Binsa yang ditemui saat meninjau Lapas Kerobokan mengatakan kedua korban terkena luka tusuk akibat berusaha menghalangi S untuk mendatangi Gondrong.

“Pelaku berniat mendatangi Gondrong dengan membawa pisau milik J yang ditemukan saat bersih-bersih. namun dihalangi oleh kedua korban si Andri dan Herman ini. Sehingga terjadi tarik menarik pisau yang mengakibatkan kedua korban ini mengalami luka tusukan di salah satu hulu hati dan lambung,” terang Tony.

Tony menambahkan, pelaku saat ini sedang menjalani rehab medik karena pelaku merupakan napi yang terlibat kasus narkoba. “Pelaku saat ini masih berada di dalam tahanan sedang menjalani pemeriksaan dan olah TKP rencananya setelah semua selesai akan kita bawa ke Polres Badung untuk melanjutkan pemeriksaan,” tambahnya.

Sementara itu Kalapas Kerobokan Sudjonggo mengatakan akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap narapidana.

“Kita selalu kerjasama dengan Polres Badung dan Polsek Kuta Utara, begitu ada kejadian kita langsung sampaikan Polsek dan Polres Badung. Kedepannya kita akan tingkatkan lagi pengawasan sehingga kedapannya hal semacam ini tidak terulang kembali,” ungkap Sudjonggo. (SB-Ijo)

 

Comments

comments