Satreskrim Polresta Denpasar Sita Ribuan Liter Arak

0
693
Puluhan jerigen arak dan mobil truck yang berhasil diamankan. (foto-dims)

SULUH BALI, Denpasar – Sat Reskrim Polresta Denpasar, Jelang puasa dalam pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2018, yang dilaksanakan jajaran Polresta Denpasar berhasil menyita puluhan jerigen arak dan 111 botol minuman beralkohol tanpa izin.

Kapolresta Denpasar, Hadi Purnomo menyebutkan puluhan jerigen arak yang mencapai 835.400 Liter Arak yang berasal dari Karangasem dan 111 botol minuman beralkohol tanpa izin.

“Ratusan ribu liter arak tersebut kita amankan sekitar ByPass Cargo, Denpasar pada Sabtu (12/5) lalu dengan pelaku berjumlah 2 orang. Puluhan jerigen ini rencananya akan dibawa ke Pulau Jawa yang kemas dalam botol,” bebernya, Rabu (16/05/2018).

Hadi menambahkan, dari pengembangan diketahui minuman jenis arak yang berasal dari Karangasem tersebut akan dibawa ke Denpasar yang nantinya akan dioplos dengan takaran 1:1 yang dikemas dalam botol.

“Dari pengembangan kita ketahui puluhan jerigen arak dari Karangasem ini akan dibawa ke Denpasar untuk selanjutnya dioplos dengan air dengan takaran 1:1 yang selanjutnya dikemas dalam botol untuk dikirim ke daerah Jawa,” bebernya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Arta Ariana menyebutkan sitaan tersebut bermula dari kecuriga dengan sebuah truk yang mengangkut puluhan jerigen melintas di Jalan Bypass Cargo pada Sabtu (12/05/2018).

Setelah dibuntuti oleh Anggota, ternyata mendapati ada 2 orang saat melakukan transaksi serah terima arak tersebut di seputaran Jalan Bypass Cargo dan saat itu juga langsung kami amankan berikut.

“Dari Hasil pemeriksaan kita ketahui bahwa mereka telah beroperasi kurang lebih 3 bulan. Mereka bawa dari Karangasem menuju Denpasar dengan truck, terus mereka oplos dengan menggunakan air dan dikemas dalam botol kemasan,” terangnya.

Lanjut Artha, setelah mereka oplos dan kemas kemudian arak tersebut mereka akan kirim ke Jawa yang dititipkan dengan menggunakan kendraan besar melalui Pelabuhan Gilimanuk.

“mereka ini cukup cerdik, hasil oplosan yang siap kirim mereka kirim secara berkala yang dititipkan kepada kendaraan besar dari 20 jirigen yang dikirim hanya 50 botol kecil, agar tidak mencurigakan saat kemudian dibawa dan lolos dari pemeriksaan di Pelabuban Gilimanuk,” jelasnya.

Artha mengaku pihaknya belum bisa menetapkan pasal kepada kedua pelaku, dikarenakan masih melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk melihat apakah ada  unsur oplosan yang membahayakan pada arak tersebut.

“Kami masih akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, apakah bisa dipersangkakan dengan UU kesehatan, karena perbuatan kedua tersangka yang mencampur itu dengan air, apa bisa disebut minuman oplosan dan membahayakan kesehatan atau tidak” tandasnya. (SB-dims)

Comments

comments