Satpol PP Denpasar menindak pedagang di Jalan Kartini, Denpasar (foto humas dps).

SULUH BALI, Denpasar — Satuan Polisi Pamong Praja Kota Denpasar, Bali, menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar Jalan Kartini, karena sebelumnya sudah diberi peringatan terhadap pedagang itu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga di Denpasar, Senin (19/3/2018), mengatakan penertiban terhadap PKL terus dilakukan dalam upaya menciptakan Kota Denpasar agar tetap bersih, aman dan nyaman.

Ia menegaskan penertiban itu bukan menghukum masyarakat atau mencari kesalahan warga, tetapi penertiban tersebut mengajak masyarakat untuk tertib lingkungan dan tertib usaha.

Dewa Sayoga lebih lanjut mengatakan tindakan penertiban di sepanjang Jalan Kartini bukan melarang masyarakat mencari nafkah atau berjualan asalkan mereka taat pada aturan.

“Kami tidak melarang masyarakat berjualan, asalkan berdagang pada tempatnya dan tidak melanggar peraturan daerah. Kami menertibkan untuk menciptakan keamanan dan kenyaman masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya penertiban tersebut akan terus dilakukan, serta dalam memberikan efek jera atau peringatan bagi yang melanggar akan dilakukan sidang tindak pidana ringan (tipiring).

Agar tidak ada yang melanggar kembali, Dewa Sayoga berharap ada pemikiran bersama karena tidak bisa dilakukan oleh Satpol PP saja. Petugas sifatnya hanya sebatas jika ada pelanggaran baru bisa ditindak. Untuk memberikan efek hanya bisa dilakukan sidang tipiring.

“Kami berharap pembinaan harus dilakukan oleh semua pihak dengan terpadu dan integritas. Dengan demikian pelanggaran akan bisa diatasi, sehingga tercipta Denpasar yang bersih aman dan nyaman,” ucapnya.

Dalam penertiban ini, Dewa Sayoga mengaku pihaknya juga menemukan tujuh bangunan yang berdiri di badan jalan dan di atas trotoar. Maka dari itu Sayoga langsung memanggil pemilik bangunan.

Bahkan dari hasil koordinasi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Denpasar ternyata bangunan tersebut telah berdiri sejak lama. Di sisi lain dalam penertiban tersebut pihaknya juga meminta bukti kepemilikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bangunan yang melanggar aturan, kata Dewa Sayoga, meminta pemilik agar segera membongkar. Meskipun ada perlawanan, setelah dijelaskan petugas Satpol PP, maka pemilik memohon untuk membongkar sendiri. Atas permintaan pemilik, pihaknya memberikan tengang waktu untuk segera membongkar bangunan tersebut dengan sendirinya.

“Jika belum juga dibongkar, terpaksa kami akan membongkarnya secara paksa dalam batas waktu yang telah ditentukan,” katanya. (SB-ant)

Comments

comments