Sat Resnarkoba Polresta Denpasar Grebek Pabrik Pertama Narkoba

169

Beberapa barang bukti yang disita Polisi. |foto-ijo|

 

SULUHBALI.CO, Denpasar – Pabrik narkoba pertama di Denpasar digrebek Sat Resnarkoba Polresta Denpasar pada hari Selasa (16/9/2014), jenis sabu-sabu dan ekstasi dengan total nilai diperkirakan hampir mencapai  Rp12 miliar.

Kepala Polresta Denpasar AKBP Djoko Hariutomo menjelaskan yang memproduksi shabu-shabu ini ada ada 4  orang tersangka yakni GUS NSW (34),    N SUD (36), DON SR (27),  W AR (46). Pembuatan barang haram itu dilakukan di dua lokasi, yakni di Jalan Tukad Batanghari, Panjer, Denpasar dan Seririt, Buleleng.

“Kami sudah melakukan penyelidikan selama dua minggu. Kami sempat kesulitan menemukan lokasi pembuatan karena mereka berpindah-pindah,” kata Kepala Polresta Denpasar Komisaris Besar Polisi Djoko Hariutomo dalam keterangan resminya.

Pengungkapan produsen narkotika itu berawal dari penangkapan tersangka Gus NSW di kediamannya di Jalan Buana Kubu Denpasar pada Selasa (16/9) yang telah lama diintai.

“Saat itu GUS NSW sedang melakukan transaksi narkoba dirumahnya. Selanjutnya pada hari Selasa 16 September 2014 sekitar jam  11.00 wita, petugas melakukan penggeledahan terhadap  GUS NSW di rumahnya di Jalan Buana Kubu Denpasar dan ditemukan barang bukti berupa alat alat pembuat dan perkusor Narkotika.  Kemudian petugas meminta  GUS NSW untuk menghubungi temannya yang sempat disebut bernama N SUD untuk datang ke rumah  GUS NSW. Pada jam 11.30 wita, N SUD datang ke rumah tersangka GUS NSW dan petugas langsung melakukan penggeledahan badan dan ditemukan barang bukti berupa alat pencetak ecstasy berbentuk besi bulat dari saku kanan celana yang dipakainya,” paparnya.

Setelah dilakukan penyelidikan tehadap tersangka GUS NSW yang ditangkap sebelumnya. sebagian barang barang yang disita tersebut adalah milik  DON SR, kemudian petugas melakukan penggeledahan di rumah kost  DON SR di jalan Tukad Batanghari Denpasar dan ditemukan barang bukti berupa pecahan tablet ecstasy dari atas meja samping tempat tidur dalam kamar.

Dan menurut keterangan  DON SR bahwa pecahan tablet adalah sisa dari 50 butir ecstasy yang dibuatnya sendiri dirumah temannya yang bernama N SUD tersebut.  DON SR mengaku bahwa semua bahan- bahan dan alat alat pembuat Narkotika perkursor tersebut didapat seseorang dengan inisial W AR yang beralamat di Buleleng.

Pada Selasa 16 September 2014 sekitar jam 23.00 wita, petugas Sat Resnarkoba Polresta Denpasar melakukan pengembangan sampai di  Seririt ,Buleleng dan langsung melakukan penangkapan penggeledahan terhadap  W AR yang sudah diketahui ciri -cirinya, tetapi tidak ditemukan barang bukti.

Kemudian pada  Rabu 17 September 2014 jam 00.10 wita berdasarkan dari keterangan  W AR, petugas melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa  alat produksi narkotika dan prekursor pembuat narkotika. “Pabrik narkoba ini adalah pertama ditemukan di Bali, dan kemungkinananya masih ada lagi, Hampir setiap hari ada komsumen baru, sehingga Bali ini   menjadi target penjualan narkoba “ungkapnya. (SB-IJO)

 

Comments

comments

Comments are closed.