SAR Ingatkan Wisatawan Jangan Daki Gunung Agung

23
Gunung Agung (foto Supadma).

SULUH BALI, Denpasar – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar, Bali, mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendaki Gunung Agung karena aktivitas vulkaniknya masih tinggi dengan status awas atau level IV.

Kepala SAR Denpasar Ketut Gede Ardana di Denpasar, Kamis, mengimbau wisatawan dan masyarakat untuk mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk tidak beraktivitas dalam radius 8-10 kilometer dari kawah Gunung Agung.

Pihaknya menyayangkan masih saja ada wisatawan yang nekat mendaki gunung api tersebut seperti yang dilakukan wisatawan dari Rusia, Evgnil Cklippikov (36).

Menurut Ardana, pihaknya mengerahkan sejumlah personel dari Pos Aju di Selat, Karangasem, untuk melakukan evakuasi kepada wisatawan itu setelah mendapatkan laporan.

Namun belum sempat dievakuasi, Evgnil telah turun dari puncak gunung dan tiba di Pura Pasar Agung sekitar pukul 11.50 WITA.

Turis Rusia itu kemudian dibawa ke Posko Pasebaya untuk dimintai keterangan.

Ardana menjelaskan turis Rusia itu mengaku mendaki gunung sekitar pukul 02.00 WITA pada Kamis (28/12) melalui Pura Pasar Agung Dusun Yeh Kori Desa Jungutan Kecamatan Bebandem, Karangasem.

Ketika berada di puncak, Evgnil yang mengenakan kaos lengan panjang berwarna biru itu sempat mendokumentasikan situasi kawah sekitar pukul 06.00 WITA.

Dari video berdurasi sekitar dua menit itu, terlihat kawah Gunung Agung yang mengeluarkan asap dengan api yang berkobar di tengah kawah yang berbentuk seperti kubah.

Selain Evgnil, masyarakat juga melaporkan adanya dua orang wisatawan asing mendaki gunung yakni Vorobiel (28) dari Ukraina dan Slisans (41) dari Latvia.

Keduanya ditemukan masyarakat telah turun usai mendaki sekitar pukul 15.00 WITA di Pura Pasar Agung Dusun Yeh Kori Desa Jungutan Kecamatan Bebandem, Karangasem.

PVMBG mencatat pengamatan enam jam sekali yakni periode pukul 12.00-18.00 WITA, Gunung Agung mengeluarkan asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi sekitar 500 meter di atas puncak kawah.

PVMBG juga mencatat adanya empat kali hembusan dan satu kali gempa vulkanik dangkal. (SB-ant)

Comments

comments