Sanur Village Festival | Anak-anak Usia Belia Tampilkan Instrumen Musik di atas Panggung

79
Anak didik Sangaji Drum Ensemble tampil diatas panggung (foto-ijo)
SULUH BALI, Denpasar – Selain menampilkan artis-artis papan atas serta pertunjukan seni lainnya. Sanur Village Festival 2016 dimeriahkan juga dengan penampilan murid-murid dari Sangaji Drum Ensemble yang masih terbilang belia.
Sangaji Drum Ensemble yang merupakan bentukan dari Sang Aji Musik Indonesia berani tampil dalam ajang event besar Sanur Village Festival (SVF) Bali ke XI. Alat musik perkusi dipadukan dengan alat musik lainnya membuat perpaduan apik yang dibawakan oleh anak-anak umur 5 hingga 12 tahun tersebut.
Dinor selaku pelatih Sang Aji Drum Esemble mengatakan group perkusi yang baru terbentuk 2 bulan lalu ini memberanikan diri dan mengajukan diri untuk berpartisipasi dalam SVF agar generasi pemusik di Bali mentalnya lebih di latih dengan panggung-panggung besar seperti SVF.
“Kita memberanikan diri untuk ikut berpartisipasi dalam ajang event besar ini kita ingin mengasah mental anak-anak di Bali yang senang dengan musik terutama drum seperti kita bawakan tadi kebanyakan pemain drum,” jelas Dinor.
Dinor mengaku persiapan anak didiknya sebelum tampil diatas Panggung SVF terbilang cukup singkat. Dimana, persiapan tersebut dilakukan untuk  mengikuti SFV hanya 4 hari sehingga beberapa kendala harus dihadapi oleh pelatih untuk performance yang optimal. Karakter yang dimiliki anak-anak perkusi berbeda-beda, dimasing-masing ketukannya.
“mereka dilatih saling mengerti satu sama lain saat bermain bersama, perbedaan itu dijadikan satu sehingga terbentuk harmonisasi nada.Kendala yang kita hadapi biasanya masuk ketukan saat mulai, disana anak-anak masih kadang belum mengerti, beda dengan kita yang sudah dewasa, jadi kita pandu ada juga gurunya disana mendampingi tadi baik dari drumer, bassis maupun gitarisnya ada yang memandu,” tambah Dinor saat akhir penampilan muridnya.
Meskipun persiapan yang dilakukan cukup singkat, anak-anak yang dilatihnya sudah sering tampil diajang event-event lokal lainnya, hal itu menguatkan Group Perkusi ini untuk di bawa ke panggung besar. Bahkan seleksi yang dilakukan cukup ketat mengingat ada ratusan siswa yang dilatih oleh Sangaji Musik Indonesia. “Ini merupakan murid seleksi kami yang jumlahnya 20 dari 100 siswa lebih yang kami pilih untuk mewakili Sang Aji di SVF ini,” tambahnya.
Salah saru personil Aji Drum Esemble, Christoper Brandon Wijadja, (12) mengaku dirinya   yang sudah bermain drum  sejak berusia  5 tahun,  memang kesulitannya ada pada tempo yang dimainkan, ketukan yang dimainkan sering tidak kompak dan itu harus dipelajari cukup lama.
“Kesulitannya pada tempo sih, kadang ketukan harus barengan ada yang lambat ada yang cepat, jadi itu yang susah, tapi asik karena saya memang hoby main drum dari umur 5 tahun, hari ini cukup lancarbpenampilan kita,” tutupnya. (SB-ijo)

Comments

comments