Santrian Regatta 2017 Bidik Atlet Perahu Layar Muda

36
SULUH BALI, Denpasar – Kejuaraan perahu layar , BritAma Sanur Villege Festival, Santrian Regatta 2017 melombakan dua kelas perahu layar hobbiecat dan optimis diikuti 20 peserta nasional, Australia, Italia, dan Amerika Serikat.
Para peserta pun mulai mengatur layar agar perahu melaju dari pantai Puri Santrian menuju pantai Inna Grand Bali Beach pergi-pulang dengan jarak tempuh sekitar 8 kilometer yang dibuka oleh Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati  dengan mengibarkan bendera start, Sabtu (12/8/2017) pagi.
Ketua Panitia Santrian Regatta 2017 Wayan Sujana mengatakan perairan Sanur sangat menunjang pelaksanaan lomba layar yang telah 3 kali digelar ini. Ombak yang datar dan bergelombang di beberapa tempat serta embusan angin yang konstan menjadi daya dukung utama dan ketertarikan para pelayar.
“Sanur yang pernah menjadi tempat penyelenggraan Wine Surfing Championship dan Asean Beach Games 2010 telah dikenal dunia sebagai tempat olah raga air terbaik. Untuk itu, Sanur Village Festival yang didukung penuh Santrian Group harus berani meningkatkan event ini menjadi open setingkat nasional bahkan international,” kata mantan atlit wine surfing.
Hal senada disampaikan AAB Dinata Kusuma, Director Bali Surf and Sail bahwa kejuaraan ini sangat mungkin untuk dikembangkan sebagai ajang kejuaraan nasional bahkan dunia. Kesiapan dan pengalaman Sanur sebagai tuan rumah beberapa event sail juga sangat mendukung.
“Yang jelas melalui kejuaraan perahu layar Santrian Regatta 2017 kami ingin membidik atlit-atlit layar muda atau junior sebagai proses regenerasi atlit senior yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Ida Bagus Ngurah Kumbayana atau lebih dikenal Gus Ngurah, Managing Director Santrian Group mengatakan olahraga air khususnya di Sanur yang telah menjadi daya tarik pariwisata sejak dulu harus dikembangkan lebih baik. Sanur tidak boleh dilupakan atas lahirnya atlit-atlit layar kelas dunia seperti Oka Sulaksana dan Wayan Sujana.
“Untuk itu kejuaraan perahu layar Santrian Regatta 2017 diharapkan menjadi salah satu barometer kejuaran perahu layar di Bali.  Saya sangat berharap ke depan muncul atlit-alit muda yang dapat mengharumkan nama Bali seperti pendahulunya,” ungkap Gus Ngurah.
Menurutya, memang di beberapa tempat event sekelas kejuaraan perahu layar Santrian Regatta 2017 sangat sering di selenggarakan, dan untuk Bali sendiri hanya setahun sekali, untuk itu Dinata Kusuma sangat berharap pengusaha pariwisata lainnya seperti Santrian Group dapat mendukung kegiatan semacam ini, khusus bagi pemerintah tentu sangat diharapkan campur tangannya, ke depan kejuaraan perahu layar akan semakin meriah dan menjadi sirkuit sekaligus evaluasi peningkatan prestasi atlit Bali.
Sasi dan Avalon peserta anak-anak dari Australia yang turun di kelas optimis merasa senang dan  bangga dapat mengikuti event ini. Dia akan bersaing dengan para peserta nasional dan Bali untuk mendapatkan tempat terbaik. Sementara atlit junior Bali Hazel asal Buleleng yang telah mengikuti  berbagai event di Asia dan Australia yang turun di kelas hobiecat merasa yakin dapat menaklukkan angin dan mendapat tempat posisi terbaik di garis finish. (SB-Dims)

Comments

comments